LAMONGAN – Suasana Desa Kebalankulon, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan, Ribuan warga berbondong-bondong mendatangi titik kegiatan, bukan hanya untuk menyaksikan pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124, tetapi juga memanfaatkan beragam layanan publik yang digelar secara gratis dan terpadu. pada hari Selasa (6/5/2025)
TMMD kali ini tidak sekadar menghadirkan pembangunan fisik seperti jalan atau fasilitas desa lainnya. Lebih dari itu, program lintas sektor ini membawa langsung pelayanan dasar ke tengah masyarakat yang selama ini sulit dijangkau.
TMMD bukan hanya soal membangun infrastruktur, tetapi juga tentang mendekatkan negara kepada rakyat. Kami ingin masyarakat desa merasakan kemudahan akses layanan tanpa harus jauh-jauh ke kota,” ujar Bupati Lamongan Dr. H. Yuhronur Efendi, MBA., M.Ek. dalam sambutannya.
Berbagai layanan digelar dalam satu lokasi, mulai dari pemeriksaan kesehatan, donor darah, pelayanan KB, perpanjangan SIM dan STNK, administrasi kependudukan, hingga penyuluhan keagamaan dan perpustakaan keliling. Semua pelayanan itu diberikan secara cuma-cuma, membawa angin segar bagi warga pedesaan.
Komandan Kodim 0812 Lamongan Letkol Arm Ketut Wira Purbawan, S.I.P., M.Han. menyatakan, TMMD merupakan bentuk nyata komitmen TNI dalam membangun dan melayani negeri secara langsung. “Kami hadir untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama yang selama ini terhambat oleh keterbatasan akses,” tegasnya.
Tak ketinggalan, jajaran Polres Lamongan turut ambil bagian. Kapolres AKBP Agus Dwi Suryanto mengerahkan mobil layanan SIM keliling dan tim penyuluh hukum guna memastikan warga memperoleh layanan dengan aman dan tertib.
Sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat adalah kunci menciptakan desa yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga tertib dan harmonis,” ungkapnya.
TMMD ke-124 ini direncanakan berlangsung selama satu bulan, menyasar sejumlah titik di Kecamatan Sekaran dengan program yang menggabungkan pembangunan fisik dan nonfisik. Semangat gotong royong dan kolaborasi terlihat kuat sejak hari pertama, menandai babak baru pelayanan publik yang lebih inklusif di pedesaan Lamongan. (Ded)






