LAMONGAN — Di tengah geliat kehidupan pedesaan, semangat gotong royong kembali bergema di hamparan sawah Desa Wanar, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan, Senin pagi (12/05/2025).
tampak sosok berseragam loreng turut serta membajak sawah bersama para petani. Dialah Sertu Supangat, Babinsa Koramil 0812/26 Pucuk, yang hari itu memilih ladang sebagai tempat pengabdiannya.
Dalam langkah sederhana namun penuh makna, pendampingan yang dilakukan Sertu Supangat bukan sekadar simbol kehadiran TNI di tengah masyarakat. Lebih dari itu, ini adalah cerminan kepedulian dan komitmen nyata TNI dalam mendukung ketahanan pangan serta mendorong kesejahteraan petani di daerah binaannya.
Dengan bantuan mesin traktor, sawah yang semula keras dan tandus mulai terurai, siap menerima benih kehidupan pada musim tanam kedua. Proses pengolahan lahan pun menjadi lebih cepat dan efisien, mengurangi beban kerja petani sekaligus meningkatkan hasil pertanian.
Tidak hanya membantu secara fisik, Sertu Supangat juga aktif berdiskusi bersama kelompok tani (Poktan) setempat. Mereka saling bertukar pikiran, berbagi pengalaman, dan mencari solusi atas berbagai kendala yang dihadapi petani, mulai dari persoalan pupuk hingga pola tanam yang adaptif terhadap cuaca.
“Pendampingan ini bukan hanya soal membajak sawah, tetapi membangun kepercayaan, harapan, dan semangat baru bagi petani. Kami ingin mereka merasa tidak berjalan sendiri dalam mengolah tanah yang menjadi sumber penghidupan,” tutur Sertu Supangat penuh semangat.
Kehadiran Babinsa yang bersahaja dan responsif membawa angin segar di tengah dinamika pertanian desa. Petani merasa lebih termotivasi dan percaya diri dalam menjalankan kegiatan tanam, terlebih dengan dukungan dan perhatian yang terus mengalir dari aparat teritorial.
TNI melalui Babinsa menegaskan bahwa ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama, dan kerja sama erat dengan masyarakat adalah kunci keberhasilannya. Pendekatan yang humanis dan dialogis seperti ini menjadi kekuatan tersendiri dalam menciptakan sinergi antara petani dan aparat.
“Semoga apa yang kami lakukan ini bisa menjadi awal dari hasil panen yang melimpah, dan lebih dari itu, menjadi benih kebaikan yang terus tumbuh untuk kesejahteraan bersama,” pungkas Sertu Supangat dengan penuh harap.
Di balik lumpur sawah dan deru mesin traktor, tersimpan harapan besar: Lamongan yang tangguh dalam pangan, dan Indonesia yang berdaulat dalam ketahanan. (Ded)






