LAMONGAN – Di tengah hamparan hijau sawah dan udara sejuk pedesaan, hadir sebuah wajah baru dari ketahanan pangan yang berpadu harmoni antara alam dan teknologi.
Kodim 0812/Lamongan kembali menegaskan perannya dalam mendukung kedaulatan pangan nasional melalui inovasi pertanian terpadu yang dikembangkan di Kampung Pandu, Desa Jotosanur, Kecamatan Tikung, pada hari rabo (14/5/2025).
Kunjungan kerja Asisten Teritorial Kasdam V/Brawijaya, Kolonel Inf Heri Bambang Wahyudi, ke lokasi ini didampingi langsung oleh Dandim 0812/Lamongan, Letkol Arm Ketut Wira Purbawan, S.I.P., M.Han. Keduanya menyusuri setiap sudut lahan yang kini tak hanya menjadi pusat produksi pangan, namun juga laboratorium hidup bagi sinergi antara pertanian, perikanan, dan peternakan.
Dalam sambutannya, Kolonel Heri mengungkapkan rasa bangganya terhadap apa yang telah dirintis dan dikembangkan oleh jajaran Kodim Lamongan.
“IFS yang diterapkan di sini bukan sekadar program pertanian, ini adalah peradaban kecil yang mampu memberi inspirasi besar bagi daerah lain. TNI tidak hanya menjaga kedaulatan negara, tapi juga menjaga perut rakyat tetap terisi,” ujarnya.
Integrated Farming System (IFS) yang diusung bukan konsep biasa. Ia adalah jawaban atas tantangan zaman menyatukan lahan, air, tenaga, dan pengetahuan untuk menciptakan ekosistem pertanian yang berkelanjutan. Di tempat ini, sawah-sawah ditanam dengan berbagai komoditas, berdampingan dengan kolam bioflok berisi ikan-ikan sehat, serta kandang ternak sapi, kambing, ayam pedaging hingga ayam petelur yang semuanya dirawat dalam sistem yang terpadu dan efisien.
Letkol Ketut Wira menegaskan komitmennya untuk terus menggerakkan jajarannya terutama para Babinsa agar terlibat aktif dalam mendampingi petani.
“Kampung Pandu bukan sekadar proyek, melainkan wujud nyata kepedulian TNI terhadap masa depan pangan rakyat. Di sini, kami menanam harapan, memelihara ketahanan, dan memanen kesejahteraan,” tuturnya penuh semangat.
Dengan pendekatan holistik dan semangat gotong royong, Kampung Pandu telah menjelma menjadi contoh nyata bahwa pertanian masa depan tidak harus menggusur tradisi, namun justru memperkuatnya melalui inovasi dan sinergi.(Ded)






