LAMONGAN – Di tengah semangat gotong royong dan cinta tanah air, anggota Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-124 Kodim 0812 Lamongan bersinergi dengan ibu-ibu Desa Kebalankulon, Kecamatan Babat, menciptakan perubahan bermakna: menyulap lahan tidur menjadi ladang subur yang penuh kehidupan, Senin (19/5/2025)
Dengan tangan yang cekatan dan hati yang penuh semangat, mereka bersama menanam beragam jenis sayuran seperti cabai, tomat, terong, hingga sawi. Tak hanya itu, kolaborasi ini juga melahirkan kolam-kolam kecil berisi ikan lele yang siap panen dalam beberapa bulan mendatang. Lahan yang dulu tak terjamah, kini menjadi sumber harapan baru bagi warga desa.
“Kegiatan ini bukan sekadar menanam sayuran, melainkan menanam semangat dan harapan untuk masa depan yang lebih baik. Kami ingin mengajak masyarakat agar lebih mandiri dalam mencukupi kebutuhan pangan,” ujar Letkol Arm Ketut Wira Purbawan, S.I.P., M.Han., Dansatgas TMMD Ke-124.
Ia menegaskan bahwa program TMMD bukan sekadar kegiatan fisik, melainkan bagian dari operasi militer selain perang, yang turut mendukung pembangunan desa dan ketahanan nasional. Salah satunya diwujudkan melalui program ketahanan pangan berbasis masyarakat.
Kehadiran ibu-ibu dalam kegiatan ini menjadi warna tersendiri. Dengan semangat yang tak kalah dari para prajurit, mereka turun langsung ke lahan, mencangkul, menanam, hingga menyiram tanaman. Semangat kebersamaan dan gotong royong terasa hidup di setiap langkah mereka.
“Kami sangat berterima kasih kepada TNI yang telah hadir dan memberi inspirasi. Lahan yang dulu kami anggap tak berguna, kini berubah menjadi sumber kehidupan,” tutur Kepala Desa Kebalankulon, Bapak Andik.
Program ini tak hanya berdampak pada ketersediaan pangan, tetapi juga membangkitkan kesadaran warga akan pentingnya mengelola potensi desa. Kegiatan ini menjadi cermin bahwa ketahanan pangan nasional bisa dimulai dari pekarangan rumah dan kerja sama lintas elemen masyarakat.
Langkah kecil di Desa Kebalankulon ini menjadi bukti bahwa ketika rakyat dan TNI bersatu, tak ada yang tak mungkin. Dari tanah yang gersang, kini tumbuh harapan hijau yang menyejukkan.(Ded)






