LAMONGAN – Di tengah kemajuan teknologi dan gempuran alat berat modern, Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-124 Kodim 0812 Lamongan justru menghadirkan kisah menarik dari sudut Desa Kebalankulon, Kecamatan Sekaran. Kemis (23/5/2025)
Sebuah alat tradisional bernama angkong menjadi andalan dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di desa tersebut.
Mungkin bagi sebagian orang, angkong hanyalah gerobak kecil yang digerakkan dengan tenaga manusia. Namun di tangan Satgas TMMD, angkong menjelma menjadi alat efektif yang mampu mengangkat beban besar, menghemat tenaga, dan mempercepat distribusi material bangunan.
“Keberadaan angkong ini sangat membantu. Alat ini sederhana, namun manfaatnya luar biasa. Proses pengangkutan material jadi lebih cepat, efisien, dan tentu saja mengurangi biaya,” ungkap Kepala Desa Kebalankulon, Andik, dengan penuh apresiasi.
Tak hanya menjadi solusi ekonomis, penggunaan angkong juga menunjukkan semangat gotong royong dan kearifan lokal yang masih terjaga. Di balik roda-roda kecilnya, tersimpan semangat besar membangun negeri dari desa.
Satgas TMMD Reguler ke-124 membuktikan bahwa membangun tak harus selalu bergantung pada teknologi canggih.
Terkadang, alat sederhana yang digunakan dengan cerdas dan penuh semangat bisa memberikan hasil yang jauh lebih bermakna.
Dengan dukungan angkong dan kerja sama masyarakat, pembangunan infrastruktur di Desa Kebalankulon berjalan lancar. Jalan-jalan desa mulai tertata, akses warga semakin mudah,
dan harapan pun tumbuh di setiap sudut kampung
Di desa ini, angkong bukan sekadar alat. Ia adalah simbol ketekunan, kerja keras, dan cinta pada tanah air.(Ded)






