LAMONGAN – Dalam semangat persaudaraan dan cinta tanah air, tiga Kapolres dari wilayah Bojonegoro, Lamongan, dan Tuban bersatu hati dengan tiga Ketua Cabang PSHT untuk menjaga kondusifitas menjelang pengesahan warga baru dan peringatan 1 Suro, momentum sakral dalam tradisi Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT). Jumat (13/6/2025)
Ruang rapat lantai 2 Gedung Utama Polres Bojonegoro menjadi saksi lahirnya komitmen bersama demi terwujudnya ketenangan dan rasa aman di tengah masyarakat.
Hadir dalam forum tersebut Kapolres Bojonegoro AKBP Mario Prahatinto, S.H., S.I.K., M.Si., Kapolres Lamongan AKBP Agus Dwi Suryanto, S.I.K., M.H., dan perwakilan Kapolres Tuban, Kompol Muchamad Fakih, S.H., M.Si. Turut serta para pejabat utama ketiga Polres, jajaran Kasat, serta Ketua PSHT Cabang Bojonegoro Wahyu S., S.Sos., Ketua Cabang Lamongan Harto, S.Pd., M.M., dan Ketua Cabang Tuban Lamidi, S.P.
Dalam suasana penuh kekeluargaan, AKBP Agus Dwi Suryanto menyampaikan pesan mendalam: “PSHT adalah rumah kebajikan, bukan ladang perpecahan.
Jangan biarkan nilai luhur silat ternoda oleh ego, provokasi, atau aksi yang meresahkan. Kepolisian hadir bukan untuk membatasi, tapi untuk menjaga dan merangkul.”
Beliau juga menekankan pentingnya menangkal hasutan yang kerap menyebar di media sosial, yang dapat menyesatkan generasi muda dari esensi sejati pencak silat: membentuk manusia berbudi pekerti luhur.
Menariknya, pertemuan ini juga melahirkan inisiatif baru: pelaksanaan pengesahan serentak di tiga kabupaten sebagai wujud harmoni dan kesatuan.
Gagasan tersebut telah dikomunikasikan dengan Ketua Umum PSHT, Bapak Murdjoko, dan mendapat sambutan positif sebagai model kolaboratif yang bisa dijadikan teladan nasional.
Puncak dari pertemuan ini ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama. Sebuah simbol tekad kolektif antara aparat kepolisian dan tokoh perguruan silat untuk mewujudkan proses pengesahan yang damai, tertib, dan bermartabat.
Dengan semangat gotong royong dan nilai persaudaraan yang mendalam, harapan pun tumbuh: agar setiap proses pengesahan bukan hanya melahirkan pendekar tangguh, tetapi juga warga yang cinta damai, menjunjung hukum, dan menjaga persatuan negeri.(Ded)






