LAMONGAN – Dalam semangat membangun negeri dari akar rumput, Forum Kader Bela Negara (FKBN) Pusat melakukan kunjungan inspiratif ke Kampung Pandu, sebuah kawasan pertanian terpadu yang berada di Desa Jotosanur, Kecamatan Tikung, Lamongan, sabtu (21/6/2025)
Dipimpin langsung oleh Kepala FKBN Pusat, Angga Rahadian Tirtawijaya, rombongan yang juga diikuti perwakilan dari FKBN Tuban dan Wonogiri itu
menyambangi kampung yang dikenal luas sebagai ikon pertanian berkelanjutan berbasis pupuk organik dan model Integrated Farming System (IFS).
“Kami melihat Kampung Pandu bukan hanya sebagai ladang pertanian, tetapi sebagai ladang harapan bagi masa depan ketahanan pangan Indonesia,” ungkap Angga dalam sambutannya yang penuh semangat.
Kunjungan ini menyoroti pentingnya peralihan dari pupuk kimia ke pupuk organik buatan sendiri. Bukan hanya demi keberlanjutan lingkungan, namun juga untuk memperkuat kemandirian petani lokal.
Salah satu tokoh penting yang hadir adalah Abah Mustain, pelopor pertanian organik yang telah merintis penggunaan pupuk alami sejak tahun 1980-an di wilayah Sumurgenuk, Babat. Dalam testimoni yang menggetarkan hati, ia menyampaikan:
“Tanah tidak hanya butuh disiram air, tapi juga dipupuk dengan niat baik. Saya percaya, jika kita rawat tanah dengan cinta, tanah akan memberi kita kehidupan.”
FKBN Lamongan memandang pertanian organik sebagai salah satu bentuk bela negara. Menurut mereka, kemandirian pangan adalah pilar utama kedaulatan bangsa.
Dengan menerapkan sistem IFS memadukan pertanian, peternakan, dan perikanan Kampung Pandu menjadi laboratorium hidup bagi model pertanian masa depan.
“Ini bukan sekadar tentang bertani. Ini tentang berdiri di atas kaki sendiri. Kami ingin seluruh Indonesia belajar dari Kampung Pandu,” ujar salah satu kader FKBN Lamongan.
Menabur Inspirasi, Menuai Perubahan, Kampung Pandu hari ini bukan hanya sebuah desa biasa. Ia telah tumbuh menjadi simbol perjuangan sunyi
dari para petani, para kader bela negara, dan seluruh pihak yang percaya bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil.
Melalui kunjungan ini, FKBN mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk kembali ke akar merawat tanah, mencintai bumi, dan menghidupi bangsa dengan tangan sendiri.
Ingin tahu lebih banyak tentang program pertanian organik atau ingin berkunjung ke Kampung Pandu? FKBN Lamongan membuka ruang kolaborasi bagi siapa pun yang ingin menanam harapan di tanah Indonesia.(Ded)






