TNI/POLRI

Ngopi Bareng Polantas Di Aconk Cafe Merajut Kesadaran Berlalu Lintas Bersama Komunitas Lamongan

997
×

Ngopi Bareng Polantas Di Aconk Cafe Merajut Kesadaran Berlalu Lintas Bersama Komunitas Lamongan

Sebarkan artikel ini
Img 20250724 wa0042 copy 1280x960 copy 576x432

LAMONGAN — Udara sore yang hangat di Jalan Veteran, Lamongan, menjadi saksi kebersamaan yang hangat pula antara aparat kepolisian dan berbagai komunitas pengendara, Dalam balutan acara santai bertajuk.

Polantas Menyapa Ngopi Bareng Komunitas Satlantas Polres Lamongan mengundang para pelaku roda dua dan empat untuk berdialog langsung sembari menikmati secangkir kopi dan suasana hangat kebersamaan, kemis (24/07/2025).

Acara ini bukan sekadar temu wicara. Ia adalah ruang untuk menyambung rasa dan merajut kesadaran bersama akan pentingnya keselamatan di jalan raya nilai yang tak bisa dikerjakan sendirian oleh institusi kepolisian.

Turut hadir Kompol Randy Asdar, S.Kom., S.I.K., M.Si. dari Korlantas Polri, didampingi jajaran Satlantas Polres Lamongan seperti Iptu Fifin Yuli S., Iptu Dhebby S., S.H.,

dan Ipda Muji Agung Kurniawan, S.H. Mereka turun langsung, bukan untuk memberi ceramah, tetapi mendengarkan dan berdiskusi.

Sejumlah komunitas turut meramaikan forum silaturahmi ini mulai dari Vixion Lamongan Riders (VILAR), Relawan Lamongan Pendamping Ambulans (RLPA), COMBAT (Community Beat Babat Lamongan).

RX King LA, YNCI (Yamaha NMAX Club Indonesia), hingga para pengemudi ojek online dan ojek konvensional dari kawasan Deket.

“Keselamatan di jalan bukan hanya tugas polisi, tapi tanggung jawab bersama. Melalui forum seperti ini, kami ingin mempererat kemitraan dan menyamakan langkah,” ujar Kompol Randy Asdar, membuka dialog dengan penuh semangat.

Sesi demi sesi berjalan cair namun bermakna. Komunitas yang hadir menyampaikan berbagai keresahan, dari kurangnya kehadiran polisi di titik rawan,

kebutuhan edukasi untuk pengendara usia muda, hingga maraknya balap liar yang meresahkan warga.

Iptu Fifin Yuli S. merespons langsung dengan penuh empati, menyatakan bahwa masukan tersebut akan menjadi bahan evaluasi dan prioritas langkah ke depan.

“Kami hadir di sini bukan hanya untuk berbicara, tetapi juga mendengar. Komunitas adalah mitra strategis dalam menciptakan lalu lintas yang aman dan tertib,” ucapnya.

Sesi tanya jawab menjadi ruang ekspresi yang hidup. Para peserta terlihat antusias, menyuarakan aspirasi dengan lugas dan terbuka.

Tidak ada sekat antara seragam dan jaket komunitas, semua duduk setara di meja yang sama, dengan satu visi: keselamatan.

Acara ditutup dengan kesan mendalam. Ada harapan yang tumbuh, bahwa pendekatan humanis seperti ini bisa menjadi jembatan baru antara polisi dan masyarakat.

“Dari kopi yang hangat, semoga lahir kesadaran yang lebih hangat pula bahwa jalan raya adalah ruang hidup yang harus kita jaga bersama,” begitu ungkapan simbolis yang menggema di akhir acara.(Ded)