Peristiwa

‎Tragis Di Perlintasan Pemotor Tewas Dihantam Kereta Api Didesa Buluteratai, Kecamatan Babat

orbitnasional333
3227
×

‎Tragis Di Perlintasan Pemotor Tewas Dihantam Kereta Api Didesa Buluteratai, Kecamatan Babat

Sebarkan artikel ini
Img 20251015 wa0142 copy 1280x777

‎LAMONGAN — Suasana duka menyelimuti warga Desa Buluteratai, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, setelah seorang pengendara sepeda motor tewas seketika akibat tertabrak kereta api, Rabu sore (15/10/2025).

‎Kejadian nahas tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 WIB di perlintasan tanpa palang pintu yang memang dikenal rawan kecelakaan.

‎Korban, seorang pria berusia sekitar 30 tahun, diduga kurang waspada saat melintasi rel, hingga akhirnya tertabrak kereta api yang melaju dari arah Surabaya menuju Bojonegoro.

‎Menurut saksi mata di lokasi, korban sempat terlihat ragu-ragu saat hendak melintasi rel.

‎”Tadi motornya sempat berhenti sebentar, tapi lalu langsung jalan, mungkin dia pikir masih sempat lewat,” ujar Sugiarto, warga sekitar yang berada tak jauh dari lokasi kejadian.

‎Tabrakan keras tak terhindarkan. Tubuh korban terpental beberapa meter dari lokasi, sementara sepeda motor yang dikendarainya hancur tak berbentuk.

‎Tim medis yang datang beberapa menit kemudian hanya bisa memastikan bahwa korban telah meninggal dunia di tempat.

‎Kapolsek Babat, AKP Budi Santoso, membenarkan adanya peristiwa tersebut.
‎”Kami masih menyelidiki identitas korban dan akan berkoordinasi dengan PT KAI untuk mengetahui kronologi dari sisi masinis,” ujarnya kepada awak media.

‎Perlintasan tempat kejadian diketahui memang tidak dilengkapi palang pintu maupun penjaga rel, meskipun sering dilintasi warga.

‎Warga sekitar berharap kejadian tragis ini menjadi perhatian pemerintah daerah dan pihak terkait untuk segera meningkatkan keamanan di perlintasan tersebut.

‎Jenazah korban telah dievakuasi ke RSUD dr. Soegiri Lamongan, sementara pihak kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi.

‎Kecelakaan ini menambah daftar panjang insiden di perlintasan sebidang tanpa palang di wilayah Lamongan.

‎Warga Desa Buluteratai berharap tragedi ini menjadi momentum untuk perbaikan. “Kami bukan menuntut banyak, kami hanya ingin aman saat melintas,” kata Rina, warga setempat dengan nada haru.(Ded)