Investigasi

Warga Curiga Proyek GOR Kedungadem Bojonegoro Main Besi Tipis, Pengawas Dinilai Lalai

orbitnasional333
8317
×

Warga Curiga Proyek GOR Kedungadem Bojonegoro Main Besi Tipis, Pengawas Dinilai Lalai

Sebarkan artikel ini
Img 20251017 wa0021

BOJONEGORO – Proyek pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di area Gedung Olahraga (GOR) Desa Sidomulyo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, tengah menjadi perbincangan hangat warga.

Pasalnya, proyek yang berada di jalur raya Jaberejo–Kedungadem ini diduga menggunakan material besi tidak sesuai spesifikasi sebagaimana tercantum dalam Rencana Anggaran Belanja (RAB).

Berdasarkan hasil investigasi awak media di lapangan, ditemukan sejumlah kejanggalan pada material besi yang digunakan. Beberapa batang besi yang berlabel 12 mm ternyata hanya berdiameter 11,2 mm saat diukur menggunakan alat Skat Mat (alat ukur diameter besi). Sementara besi berlabel 10 mm hanya memiliki ukuran 9,2 mm.

Img 20251017 wa0022

Temuan ini mengindikasikan adanya penurunan kualitas material dari spesifikasi yang seharusnya digunakan dalam proyek TPT GOR tersebut.

Tak hanya itu, proyek juga tidak memasang papan informasi sebagaimana diwajibkan dalam aturan transparansi publik, sehingga warga tidak mengetahui siapa pelaksana proyek dan besaran anggaran yang digunakan.

“Kalau mengacu pada gambar kerja, besi 12 mm itu toleransinya maksimal 11,6 mm, sedangkan 10 mm masih bisa 9,6 mm. Tapi kalau ternyata 11,2 mm dan 9,2 mm, jelas di bawah standar. Ini bisa dikategorikan pelanggaran,” ujar Bambang, aktivis muda Bojonegoro yang turut meninjau lokasi, Jumat (17/10/2025).

Bambang menilai, lemahnya pengawasan dari konsultan dan dinas terkait menjadi celah bagi rekanan untuk menurunkan kualitas material. Ia mendesak agar pemerintah daerah tidak tutup mata terhadap potensi penyimpangan penggunaan anggaran publik.

“Pemkab Bojonegoro harus benar-benar mengawasi penggunaan anggaran. Kalau dibiarkan, ini bisa jadi preseden buruk dan merusak kepercayaan publik terhadap pemerintah,” tegasnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, pihak Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bojonegoro belum memberikan tanggapan resmi terkait temuan ini.

Beberapa warga pun berharap agar pihak berwenang seperti bupati, kejaksaan, dan aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan mendalam terhadap dugaan kejanggalan proyek tersebut.

Seorang pekerja di lokasi mengaku tidak mengetahui detail proyek maupun nama perusahaan pelaksana.

“Saya cuma disuruh ngawasi kerjaan, soal material saya nggak tahu. Kalau mau jelas, hubungi bos saya saja,” ujarnya singkat.

Ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, pihak rekanan yang disebut bernama Pak Mol hanya menjawab singkat, “Nanti saya ke lapangan,” tulisnya.

Masyarakat kini menanti tindakan tegas pemerintah dan aparat penegak hukum untuk mengusut dugaan penyimpangan dalam proyek TPT GOR Kedungadem yang disebut-sebut pernah mengalami kerusakan dan roboh di masa sebelumnya. (Red)