LAMONGAN – Udara sore di Kecamatan Sekaran terasa berbeda. Senyum warga yang menyambut di sepanjang jalan poros Desa Miru–Jugo seolah menjadi saksi lahirnya harapan baru.
Di tengah deretan sawah yang hijau membentang, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Lamongan Yuhronur Efendi dan Kepala Staf Kodim 0812 Lamongan Mayor Arh Moh. Ngateno hadir meresmikan rampungnya proyek rehabilitasi jalan poros Miru–Jugo, Senin (27/10/2025).
Proyek jalan sepanjang 3,234 kilometer yang melintasi lima desa Miru, Latek, Trosono, Manyar, dan Jugo ini resmi tuntas setelah dikerjakan sejak 26 Juni 2025.
Dua lapis aspal hitam kini menggantikan jalan berlubang yang selama bertahun-tahun menjadi keluhan warga.
Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur seperti ini bukan sekadar proyek fisik, tetapi jembatan menuju kesejahteraan.
Ia menegaskan, di Lamongan khususnya wilayah Sekaran pertanian adalah nadi kehidupan. Karena itu, jalan yang baik akan mempercepat perputaran ekonomi masyarakat.
“Kalau di Desa Miru satu hektare sawah bisa menghasilkan sepuluh ton padi, maka dengan jalan yang mulus, hasil bumi itu akan lebih cepat sampai ke pasar. Ini bukan hanya memudahkan ekonomi, tapi juga memperlancar pendidikan, kesehatan, dan silaturahmi antarwarga,” tutur Khofifah penuh semangat.
Dengan wajah berseri, Gubernur Khofifah mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga hasil pembangunan ini.
“Jalan ini adalah milik kita bersama. Jagalah dengan cinta, rawat dengan kesadaran. Karena dari infrastruktur yang baik, kehidupan yang lebih baik akan tumbuh,” pesannya.
Tak hanya meresmikan jalan, Khofifah juga menyempatkan diri menyapa warga dan anak-anak di Desa Manyar. Ia bahkan singgah di kegiatan pasar murah, menghadirkan senyum dan semangat baru bagi masyarakat.
“Kita ingin energi positif terus beresonansi dari desa, agar kesejahteraan bisa dirasakan sampai ke akar,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang terus mendukung pembangunan di daerahnya.
Ia menilai, jalan poros Miru–Jugo adalah urat nadi baru yang menghubungkan produktivitas pertanian dengan pusat ekonomi masyarakat.
“Sekaran punya potensi besar di sektor pertanian. Kini dengan jalan yang lebih baik, petani bisa mengirim hasil panen lebih cepat, biaya angkut turun, dan roda ekonomi berputar lebih lancar,” kata Yuhronur.
Turut hadir Kepala Staf Kodim 0812 Lamongan Mayor Arh Moh. Ngateno, mewakili Dandim 0812, yang memastikan jajaran TNI selalu siap mendukung upaya pemerintah daerah dalam memperkuat pembangunan dan menjaga kondusivitas wilayah.
“Sinergi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat adalah kunci. Kami siap berada di garda depan untuk menjaga keamanan dan mendukung program pembangunan demi kesejahteraan rakyat,” ungkap Mayor Ngateno.
Peresmian jalan poros Miru–Jugo ini menjadi simbol nyata kolaborasi dan gotong royong antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan masyarakat.
Di atas aspal yang baru terhampar itu, harapan baru tumbuh bahwa kemajuan tidak hanya dibangun dari beton dan aspal, tetapi dari kebersamaan, semangat, dan cinta kepada tanah kelahiran.(ded)
Jalan Baru, Harapan Baru Gubernur Jatim Resmikan Rehabilitasi Poros Miru–Jugo, Kasdim Lamongan Dampingi Di Lapangan






