Ragam

Bojonegoro Borong 7 Penghargaan Adiwiyata Nasional 2025

amunisinews001
7544
×

Bojonegoro Borong 7 Penghargaan Adiwiyata Nasional 2025

Sebarkan artikel ini
1765729092841 copy 1280x762

BOJONEGORO — Kabupaten Bojonegoro kembali menegaskan eksistensinya di panggung nasional. Dalam Malam Penganugerahan Sekolah Adiwiyata Tahun 2025, pada Kamis (11/12) yang digelar di Gedung Sasana Utomo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Bojonegoro sukses memborong tujuh penghargaan sekaligus.

Capaian ini menjadi bukti konkret keberhasilan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro bersama satuan pendidikan dalam membangun sekolah ramah lingkungan, bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, tujuh sekolah dari Bojonegoro masuk dalam jajaran sekolah terbaik Indonesia dengan rincian dua sekolah meraih predikat Adiwiyata Mandiri dan lima sekolah menyabet Adiwiyata Nasional.

Sebagai informasi, pada tahun 2025 hanya 258 sekolah di Indonesia yang berhasil memperoleh Adiwiyata Mandiri, sementara 721 sekolah menerima Adiwiyata Nasional.

Masuknya tujuh sekolah dari Bojonegoro dalam daftar tersebut menunjukkan bahwa gerakan peduli lingkungan di dunia pendidikan Bojonegoro telah berjalan konsisten dan berkelanjutan.

Suasana penganugerahan berlangsung penuh kebanggaan. Perwakilan Kabupaten Bojonegoro bahkan mendapat kesempatan berfoto bersama Menteri Lingkungan Hidup, Dr. Hanif Faisal Nurrofiq, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan komitmen kuat dalam mengimplementasikan Program Adiwiyata.

Momen ini menjadi simbol pengakuan nasional atas kerja keras sekolah-sekolah di Bojonegoro dalam menanamkan nilai-nilai pelestarian lingkungan sejak dini.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro, Luluk Alifah, menegaskan bahwa raihan tujuh penghargaan ini bukan hanya soal prestasi, tetapi merupakan hasil nyata dari kolaborasi seluruh ekosistem pendidikan.

“Capaian ini adalah buah dari kerja bersama. Kami berharap prestasi ini dapat menjadi pemicu semangat bagi sekolah lain untuk terus menanamkan kesadaran lingkungan dan menjadikan sekolah sebagai pusat edukasi green culture,” ujarnya.

Keberhasilan ini diharapkan mampu mendorong seluruh elemen masyarakat Bojonegoro untuk terus berinovasi dalam pelestarian lingkungan.

Program Adiwiyata dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan menjadikan Bojonegoro sebagai contoh daerah peduli lingkungan di tingkat nasional. (yin)