Ragam

‎TKA Cina  Mengamuk, TNI Diserang Wibawa Negara Dihantam

orbitnasional333
3112
×

‎TKA Cina  Mengamuk, TNI Diserang Wibawa Negara Dihantam

Sebarkan artikel ini
IMG 20251216 WA0000

KALIMATAN BARAT – Ketenteraman yang seharusnya menyelimuti kawasan tambang justru runtuh oleh amarah dan kekerasan. Sebuah peristiwa mencengangkan mengguncang wilayah Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Senin (15/12/2025)

‎ketika sekelompok Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China diduga melakukan perlawanan brutal terhadap aparat negara.

‎Insiden ini bukan sekadar keributan biasa, melainkan potret buram tentang lemahnya kepatuhan hukum dan ancaman serius terhadap kedaulatan.

‎Peristiwa bermula dari aktivitas mencurigakan berupa penerbangan drone ilegal di area tambang emas yang dikelola PT Sultan Rafli Mandiri.

‎Drone tersebut diduga diterbangkan tanpa izin dan melanggar ketentuan keamanan wilayah.

‎Ketika aparat TNI datang untuk melakukan pengecekan dan penertiban, situasi yang semula terkendali mendadak berubah menjadi medan konflik.

‎Alih-alih kooperatif, sejumlah TKA justru menunjukkan sikap arogan dan agresif. Dengan emosi meluap, mereka diduga membawa senjata tajam, airsoft gun, serta alat setrum.

‎Bentrokan pun tak terelakkan. Aparat TNI yang tengah menjalankan tugas negara diserang secara membabi buta.

‎Beberapa personel mengalami pemukulan, sementara kendaraan dinas dirusak, seakan hukum dan simbol negara tak lagi berarti di mata para pelaku.

‎Aksi ini memantik kemarahan publik. Bagaimana mungkin warga negara asing, yang seharusnya tunduk dan patuh pada hukum Indonesia, justru bertindak liar dan menantang aparat bersenjata negara.

‎Insiden tersebut dinilai sebagai tamparan keras bagi wibawa pemerintah serta bukti rapuhnya pengawasan terhadap keberadaan dan aktivitas tenaga kerja asing.

‎Lebih ironis lagi, muncul dugaan bahwa sebagian TKA di lokasi tersebut bekerja tanpa kelengkapan izin yang sah atau menggunakan visa yang tidak sesuai peruntukannya.

‎Fakta ini menambah panjang daftar persoalan, mulai dari lemahnya pengawasan imigrasi hingga ketidakseriusan perusahaan dalam mematuhi regulasi ketenagakerjaan.

‎Di tengah hiruk-pikuk investasi dan janji pertumbuhan ekonomi, peristiwa ini seolah menjadi alarm keras.

‎Investasi yang dibangun di atas pengabaian hukum dan keselamatan justru berpotensi melahirkan konflik, kekerasan, dan penghinaan terhadap aparat negara. Kedaulatan tidak boleh dikorbankan demi keuntungan sesaat.

‎Masyarakat setempat dan berbagai elemen sipil mendesak agar aparat penegak hukum bertindak tegas.

‎Tidak boleh ada kompromi terhadap tindakan brutal, apalagi jika dilakukan oleh warga negara asing yang jelas-jelas melanggar hukum.

‎Negara dituntut hadir, bukan hanya sebagai penonton, tetapi sebagai pengayom dan penegak keadilan.

‎Insiden di Ketapang ini meninggalkan luka dan pertanyaan besar: sampai kapan hukum diinjak-injak di tanah sendiri.

‎Jika kekerasan terhadap aparat dibiarkan tanpa penindakan tegas, maka yang runtuh bukan hanya keamanan, tetapi juga harga diri bangsa.(Ded)

Call center polda jatim