LAMONGAN – Program Makan Bergizi Gratis yang sempat digadang-gadang sebagai solusi peningkatan gizi anak sekolah di Kabupaten Lamongan kini justru menyisakan kekecewaan, Jum’at (19/12/2025)
Program yang berjalan di wilayah Kecamatan Pucuk tersebut dilaporkan berhenti beroperasi secara tiba-tiba, meninggalkan ribuan siswa tanpa kepastian.
Sejak lebih dari sepekan terakhir, dapur penyedia makanan tidak lagi mendistribusikan paket makan gratis ke sekolah-sekolah.
Akibatnya, para siswa kembali harus membawa bekal sendiri dari rumah atau membeli makanan di kantin sekolah.
kondisi yang berbanding terbalik dengan tujuan awal program yang ingin meringankan beban masyarakat.
Penghentian layanan ini memunculkan tanda tanya besar di kalangan wali murid. Banyak orang tua mengaku kecewa karena program yang seharusnya berkelanjutan justru terhenti di tengah jalan.
Beban pengeluaran keluarga pun kembali meningkat, sementara anak-anak kehilangan asupan gizi yang sebelumnya dijanjikan secara rutin.
Lebih ironis lagi, berhentinya program ini juga berdampak pada puluhan pekerja dapur yang terpaksa dirumahkan.
Mereka harus menelan kenyataan pahit akibat terhentinya aliran operasional, tanpa kejelasan kapan program akan kembali berjalan.
Informasi yang beredar menyebutkan, tersendatnya pencairan anggaran dari pemerintah pusat menjadi penyebab utama lumpuhnya program tersebut.
Kondisi ini memperlihatkan lemahnya perencanaan dan koordinasi, sehingga program strategis yang menyasar kebutuhan dasar anak-anak justru gagal berjalan optimal.
Masyarakat berharap pemerintah tidak tinggal diam. Program yang menyangkut gizi dan masa depan generasi muda seharusnya tidak dijalankan setengah-setengah.
Tanpa kepastian dan tanggung jawab yang jelas, program makan gratis dikhawatirkan hanya akan menjadi janji manis tanpa realisasi nyata.(Ded)
Program Makan Gratis Di Lamongan Mandek, Siswa Dan Orang Tua Jadi Korban






