Infotaiment

Gempa Beruntun Terjadi di Wilayah Indonesia, BMKG Rilis Titik dan Magnitudo

amunisinews001
7897
×

Gempa Beruntun Terjadi di Wilayah Indonesia, BMKG Rilis Titik dan Magnitudo

Sebarkan artikel ini
IMG 20260120 WA0017

AMUNISI NEWS – Aktivitas gempa bumi kembali terjadi di sejumlah wilayah Indonesia pada Senin (19/01/2026).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sedikitnya lima kejadian gempa dengan magnitudo bervariasi, mulai dari wilayah Banten hingga Papua.

Berikut rangkuman informasi gempa bumi hari ini berdasarkan rilis resmi BMKG.

Gempa bumi pertama tercatat mengguncang wilayah Anyer, Banten, pada pukul 08.10 WIB.

BMKG menyebut gempa tersebut memiliki kekuatan magnitudo 4.0.

Pusat gempa berada di koordinat 6.00 Lintang Selatan dan 105.69 Bujur Timur, atau sekitar 26 kilometer barat laut Anyer, dengan kedalaman 144 kilometer.

Masih di hari yang sama, gempa berkekuatan magnitudo 3.6 terjadi di wilayah barat daya Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada pukul 07.31 WIB.

BMKG menyampaikan pusat gempa berada di 304 kilometer barat daya Malang, dengan kedalaman relatif dangkal, yakni 10 kilometer.

BMKG juga melaporkan gempa bumi di wilayah Melonguane, Sulawesi Utara, pada pukul 04.54 WIB. Gempa ini tercatat berkekuatan magnitudo 3.3.

Lokasi gempa berada di 10 kilometer timur laut Melonguane, dengan kedalaman 19 kilometer.

Pada dini hari, sekitar pukul 01.17 WIB, gempa bumi berkekuatan magnitudo 3.0 terjadi di wilayah timur laut Sarmi, Papua.

BMKG menyebut pusat gempa berada sekitar 52 kilometer timur laut Sarmi, dengan kedalaman 32 kilometer.

Gempa dengan kekuatan terbesar hari ini tercatat terjadi di wilayah tenggara Bolaang Uki, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Sulawesi Utara, pada pukul 00.53 WIB.

Gempa tersebut memiliki kekuatan magnitudo 5.0, dengan pusat gempa berada 94 kilometer tenggara Bolaang Uki, dan kedalaman 10 kilometer.

BMKG menegaskan bahwa seluruh informasi gempa yang disampaikan mengutamakan kecepatan, sehingga data dapat berubah seiring pembaruan dan kelengkapan informasi.

“Hasil pengolahan data masih bersifat sementara dan dapat diperbarui,” tulis BMKG dalam keterangan resminya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan kerusakan maupun korban akibat rangkaian gempa tersebut. Masyarakat dihimbau tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari BMKG. (Red)