LAMONGAN – Komitmen menjaga ketahanan pangan terus diperkuat melalui pengawasan distribusi sarana pertanian.
Hal ini ditunjukkan dengan kehadiran Danramil 0812/19 Laren, Kapten Inf Yoto, yang secara langsung mendampingi kegiatan sosialisasi penyaluran Pupuk Bersubsidi dan Produk Pupuk Non-Subsidi (PPTS) di Aula TBL (Terminal Bakso Laren), Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, Kamis (22/01/2026).
Sosialisasi ini menjadi langkah strategis untuk memberikan pemahaman yang komprehensif kepada petani terkait regulasi terbaru, alokasi pupuk, hingga mekanisme penebusan agar distribusi pupuk berjalan sesuai prosedur dan tepat sasaran.
Kegiatan tersebut merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Kecamatan Laren dengan PUD CV. Sekar Arum sebagai mitra distribusi pupuk.
Hadir dalam kegiatan ini unsur Muspika Kecamatan Laren, para Kepala Desa se-Kecamatan Laren, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL), serta perwakilan Gapoktan dan Poktan.
Kehadiran lintas sektor ini mencerminkan semangat kebersamaan dalam mengawal kelancaran distribusi pupuk, yang menjadi faktor vital dalam menjaga produktivitas pertanian dan keberhasilan musim tanam.
Dalam sambutannya, Kapten Inf Yoto menegaskan bahwa TNI berkomitmen penuh untuk memastikan hak-hak petani terpenuhi, khususnya dalam penyaluran pupuk bersubsidi.
“Kami hadir untuk mengawal agar pupuk bersubsidi benar-benar diterima oleh petani yang berhak. Jangan sampai ada kendala di lapangan yang bisa mengganggu masa tanam maupun hasil panen,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya transparansi dan kepatuhan terhadap aturan agar distribusi pupuk tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari.
Sementara itu, pihak CV. Sekar Arum memaparkan secara detail mekanisme penebusan pupuk melalui kartu tani serta penggunaan sistem aplikasi pendukung.
Sistem ini dirancang untuk memastikan proses distribusi lebih transparan, akurat, dan mudah dipantau oleh semua pihak.
Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan petani tidak lagi mengalami kebingungan terkait ketersediaan stok, jenis pupuk, hingga jalur penebusan di tingkat pengecer resmi.
Kegiatan berlangsung tertib dan komunikatif, ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung aktif.
Para perwakilan kelompok tani memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdialog langsung dengan distributor terkait kuota pupuk, jenis pupuk yang tersedia, serta kesiapan distribusi menghadapi musim tanam tahun ini. (ded)






