BOJONEGORO – Suasana khidmat menyelimuti Makam Dusun Bayem, Desa Bayemgede, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, pada Selasa (17/2/2026) sore.
Ratusan warga dari empat RT berkumpul untuk mengikuti tahlil dan doa bersama dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.
Kegiatan yang dimulai pukul 15.00 WIB ini menjadi bagian dari rangkaian tradisi tahunan masyarakat Dusun Bayem, Desa Bayemgede, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro.
Sebelumnya, pada pagi hari, warga juga telah melaksanakan takhtimul Qur’an sebagai bentuk rasa syukur dan persiapan spiritual menjelang Ramadhan.
Salah satu Ketua RT sekaligus panitia pelaksana, Suroto, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut dengan lancar.
“Alhamdulillah, kegiatan ini sudah berjalan untuk yang ketiga kalinya dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan. Tadi pagi kami melaksanakan takhtimul Qur’an, dan sore ini dilanjutkan dengan tahlil serta doa bersama,” ungkapnya.
Menurut Suroto, tradisi ini bukan hanya menjadi momentum ibadah, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antar warga.
Antusiasme masyarakat pun terlihat sangat tinggi. Tidak hanya orang tua, tetapi juga pemuda, ibu-ibu, hingga generasi muda turut hadir dan berpartisipasi aktif.
“Alhamdulillah, warga dari empat RT kompak hadir. Bahkan ada juga masyarakat yang sudah menikah dan tinggal di luar desa tetap menyempatkan diri hadir. Karena acaranya digelar di makam dusun, sekalian mereka nyekar dan mendoakan leluhur,” tambahnya.
Pelaksanaan tahlil di area makam dusun memiliki makna tersendiri bagi masyarakat.
Selain sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur, kegiatan ini juga menjadi refleksi diri dalam menyambut bulan penuh berkah.
Tradisi keagamaan seperti ini dinilai mampu menjaga kekompakan dan nilai gotong royong masyarakat desa.
Warga berharap kegiatan tahlil dan doa bersama ini dapat terus dilestarikan setiap tahun sebagai bagian dari kearifan lokal dan penguatan spiritual menjelang Ramadhan.
Dengan semangat kebersamaan dan kekompakan lintas generasi, Dusun Bayem, Desa Bayemgede, Kecantikan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, kembali menunjukkan bahwa tradisi religius mampu menjadi perekat sosial yang kuat di tengah masyarakat. (yin)







