Infotaiment

PT ADS Fokus Pemberdayaan dan Lingkungan di Bojonegoro, 2026 Jadi Tahun Akselerasi

amunisinews001
6834
×

PT ADS Fokus Pemberdayaan dan Lingkungan di Bojonegoro, 2026 Jadi Tahun Akselerasi

Sebarkan artikel ini
IMG 20260228 WA0011

BOJONEGORO – Upaya percepatan pengentasan kemiskinan di Kabupaten Bojonegoro memasuki babak baru.

Tahun 2026, PT Asri Dharma Sejahtera (ADS) memastikan diri ikut terlibat aktif dalam mendukung program prioritas daerah melalui penyaluran bantuan Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri (GAYATRI) kepada 100 Kelompok Penerima Manfaat (KPM).

Komitmen tersebut ditegaskan dalam rapat koordinasi sinkronisasi program yang digelar di ruang Co-creating, Gedung Pemkab Bojonegoro, Jumat (27/2/2026).

Rapat strategis ini dihadiri jajaran penting, mulai dari perwakilan SKK Migas, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), Pertamina EP Cepu, Pertamina Sukowati, perbankan, hingga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Pertemuan dipimpin langsung oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Bojonegoro bersama Kepala Bappeda.

Direktur Utama PT ADS, Mohammad Kundori, menegaskan bahwa perusahaan telah menyiapkan langkah konkret untuk menyelaraskan program CSR dengan visi pembangunan daerah.

“Kami telah merencanakan sinergi program prioritas dengan menyalurkan bantuan GAYATRI kepada 100 KPM di Bojonegoro,” ujarnya.

Program GAYATRI dirancang sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat lapis bawah melalui sektor peternakan ayam petelur.

Skema ini diharapkan mampu menciptakan sumber pendapatan berkelanjutan sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi keluarga penerima manfaat.

Tak hanya berhenti pada aspek ekonomi, PT ADS juga memperluas kontribusinya pada sektor lingkungan hidup.

Beberapa rencana program yang disiapkan meliputi, Pengelolaan sampah untuk menciptakan lingkungan bersih dan sehat.

Konservasi sungai melalui penanaman pohon keras dan produktif di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS).

Kolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dalam menjaga ekosistem.

Langkah ini menjadi bentuk komitmen bahwa pembangunan ekonomi dan kelestarian lingkungan harus berjalan seimbang.

Kepala Bappeda Bojonegoro menekankan bahwa sinkronisasi antara pemerintah daerah dan sektor swasta sangat penting demi memastikan program tepat sasaran.

Pemkab Bojonegoro menargetkan empat pilar utama dalam kerja sama ini, yakni, pengentasan kemiskinan
Konservasi lingkungan, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), rehabilitasi lantai rumah sehat.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan menambahkan bahwa percepatan pengentasan kemiskinan tidak bisa hanya mengandalkan APBD.

“Dukungan perusahaan melalui CSR atau Pengembangan Masyarakat (PPM) sektor migas menjadi kunci keberhasilan target kita,” tegasnya.

Pertemuan ini menjadi sinyal kuat bahwa integrasi kebijakan pemerintah dan sumber daya perusahaan mulai berjalan selaras.

Kolaborasi lintas sektor dinilai sebagai strategi efektif dalam menciptakan kesejahteraan yang lebih merata bagi masyarakat Bojonegoro.

Dengan penyaluran GAYATRI kepada 100 KPM pada 2026, PT ADS tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi mendorong transformasi ekonomi berbasis kemandirian.

Tahun 2026 diproyeksikan menjadi momentum akselerasi ketika kolaborasi bukan lagi sekedar wacana, melainkan gerakan nyata untuk masa depan Bojonegoro yang lebih sejahtera. (yin)