GRESIK – Pemerintah Kabupaten Gresik bergerak cepat merespon insiden pembacokan yang terjadi di Kecamatan Panceng dua hari lalu.
Demi memastikan kondisi korban sekaligus menjaga situasi tetap kondusif selama bulan suci Ramadan, jajaran Forkopimda Gresik menjenguk korban di RSUD Ibnu Sina Gresik, Minggu (01/03/2026).
Kunjungan tersebut dipimpin langsung Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, bersama Kapolres Gresik Ramadhan Nasution, Kapolsek Panceng, Kepala Dinas PMD, Kepala Dinas Kesehatan, Camat Panceng, Kepala Desa Campurejo, Kepala Desa Banyutengah, hingga manajemen serta tim medis RSUD Ibnu Sina Gresik.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Yani menyempatkan diri menyapa korban dan berdialog dengan keluarga.
Ia juga melakukan audiensi bersama tokoh masyarakat dan perangkat desa guna memastikan suasana tetap terkendali.
“Kami mendapatkan informasi langsung dari Pak Kapolres. Bahkan tadi malam beliau masih di lapangan sampai waktu sahur. Hari ini kami bersama-sama menjenguk korban,” ujar Bupati Yani.
Kabar baik pun disampaikan. Berdasarkan laporan tim medis, kondisi korban menunjukkan perkembangan positif.
“Alhamdulillah, kemarin korban belum bisa makan dan masih terpasang infus. Hari ini sudah bisa makan normal dan kondisinya membaik,” jelasnya.
Jika dalam satu hingga dua hari ke depan kondisi terus stabil, korban berpeluang melanjutkan perawatan secara rawat jalan.
Tak hanya fokus pada pemulihan korban, upaya meredam konflik juga dilakukan secara intensif.
Bupati Yani mengungkapkan bahwa proses perdamaian telah difasilitasi aparat di balai desa.
“Tadi malam sudah ada perdamaian yang dilaksanakan di balai desa oleh Pak Kapolres,” ungkapnya.
Dia pun mengajak masyarakat untuk menahan diri dan tidak terprovokasi, apalagi di bulan Ramadan yang seharusnya menjadi momentum memperkuat persaudaraan.
“Kita harus menjaga kondusivitas. Ramadan adalah bulan ibadah. Jangan sampai peristiwa seperti ini mengganggu rasa aman masyarakat dalam beribadah,” tegasnya.
Senada dengan itu, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menekankan bahwa konflik berkepanjangan hanya akan membawa kerugian.
“Kalau diteruskan, ruginya banyak. Korban bisa bertambah, pelaku juga bertambah. Itu yang tidak kami harapkan,” ujarnya.
Menurutnya, komunikasi dengan warga telah dilakukan dan situasi berhasil diredam.
Penyelesaian lanjutan dihimbau dilakukan melalui musyawarah untuk mencegah eskalasi.
Dari sisi medis, dokter yang menangani korban, dr. Agung Kusumanegara, menjelaskan bahwa pasien diterima di rumah sakit saat waktu subuh dan langsung menjalani tindakan stabilisasi.
“Terdapat luka terbuka di bagian perut. Hari itu juga kami lakukan pembersihan dan perbaikan lapis demi lapis mulai dari otot, fasia, hingga kulit,” terangnya.
Pada hari pertama pasca operasi, pasien sudah mampu duduk dan menerima asupan makanan secara bertahap.
Jika tidak terjadi komplikasi, kondisi korban diperkirakan akan semakin membaik dalam beberapa hari ke depan.
Pemerintah daerah bersama aparat keamanan memastikan situasi di Panceng tetap aman, sekaligus mengawal proses pemulihan korban hingga tuntas. (az)






