Infotaiment

Ali Fauzi Mundur, Ini Sosok Sumarno, Eks Napiter yang Kini Pimpin Yayasan Lingkar Perdamaian

amunisinews001
9882
×

Ali Fauzi Mundur, Ini Sosok Sumarno, Eks Napiter yang Kini Pimpin Yayasan Lingkar Perdamaian

Sebarkan artikel ini
IMG 20260306 WA0004

LAMONGAN – Sebuah momen bersejarah nan bersahaja terjadi di sebuah warung makan di Jawa Timur, Kamis (5/3/2026).

Satu jam sebelum bedug magrib berkumandang, tongkat estafet kepemimpinan Yayasan Lingkar Perdamaian (YLP) resmi berpindah tangan.

Sosok ikonik perdamaian, Ali Fauzi, secara resmi menyerahkan mandatnya kepada Sumarno sebagai ketua baru.

Pergantian ini bukan sekedar urusan administrasi, melainkan simbol regenerasi kuat di tubuh lembaga yang menjadi “rumah kedua” bagi para mantan narapidana kasus terorisme (napiter) untuk kembali memeluk NKRI.

Setelah satu dekade jatuh bangun membesarkan YLP, Ali Fauzi merasa tahun 2026 adalah waktu yang tepat untuk “menepi” dari kursi pimpinan utama.

Namun, jangan salah sangka, ia tidak benar-benar pergi. Ali akan menempati posisi strategis sebagai Amir dalam struktur organisasi, fokus pada pembinaan spiritual dan pendampingan ideologi.

“Ini adalah bagian dari regenerasi. Kami ingin YLP tetap dinamis dengan kepemimpinan yang lebih segar, namun tetap konsisten pada jalur pembinaan mantan napiter agar kembali hidup normal di masyarakat,” tegas Ali Fauzi.

Sosok Sumarno bukanlah orang asing di lingkaran ini. Ia adalah bukti nyata keberhasilan program deradikalisasi.

Sumarno pernah merasakan pahitnya hidup di balik jeruji besi dan melewati empat kali bulan Ramadan sebagai narapidana terorisme.

Pengalaman hidup “di dalam” inilah yang justru menjadi senjata utamanya.

Ali Fauzi menilai, Sumarno memiliki empati dan cara berkomunikasi yang lebih masuk akal bagi para napiter yang sedang berjuang melakukan reintegrasi sosial.

Ia bukan hanya bicara teori, tapi bicara berdasarkan pengalaman pahit yang sudah ia ubah menjadi energi perdamaian.

Yayasan Lingkar Perdamaian (YLP) selama ini dikenal sebagai jembatan emas bagi para mantan napiter.

Programnya tidak main-main, mulai dari Pembinaan Ideologi, menanamkan kembali nilai-nilai Pancasila dan toleransi.

Pemberdayaan Ekonomi, pelatihan keterampilan agar mantan napiter mandiri secara finansial.

Reintegrasi Sosial, menghapus stigma negatif dan menghubungkan mereka kembali dengan masyarakat serta pemerintah.

Dengan nahkoda baru, publik berharap YLP semakin tajam dalam menjalankan misi kemanusiaannya.

Di bawah komando Sumarno, energi baru diharapkan mampu memperluas jangkauan program perdamaian ke seluruh penjuru negeri. (ded)