BOJONEGORO – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bojonegoro timur, pada, Kamis (26/3/2026) selama kurang lebih empat jam, mulai pukul 13.00 hingga 17.00 WIB, membawa dampak signifikan bagi lahan pertanian.
Area persawahan yang membentang dari Desa Turigede, Desa Bayemgede, Kecamatan Kepohbaru, hingga Desa Ngemplak, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, dilaporkan tergenang air.
Meski sempat memicu genangan, kondisi ini justru disambut dengan rasa syukur oleh para petani wilayah Bojonegoro bagian timur.
Pasalnya, dalam dua minggu terakhir mereka harus menghadapi kondisi minim hujan yang cukup menghambat persiapan musim tanam (tandur).
Salah satu petani Desa Ngemplak, Marlan, mengungkapkan bahwa hujan kali ini sangat dinantikan.
Menurutnya, sebagian petani sebelumnya sudah mulai melakukan tandur dengan metode “nyibel” atau memanfaatkan sisa air yang terbatas, bahkan ada pula yang mengandalkan pengairan dari HIPA (Himpunan Petani Pemakai Air).
“Alhamdulillah hari ini hujan turun. Ini memang sudah ditunggu-tunggu karena mau masuk musim tandur. Tapi air dari nyibel atau HIPA itu tidak sebanyak air hujan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, petani dengan kondisi lahan yang memiliki “wineh” atau tingkat kesuburan dan kesiapan tanah yang lebih baik, terpaksa tetap melakukan tandur lebih awal dengan metode terbatas.
Sementara petani lain memilih menunggu hujan turun agar dapat mengolah lahan sekaligus melakukan pemupukan secara optimal.
“Hujan ini penting sekali, apalagi sudah beberapa hari tidak bisa melakukan pemupukan karena kekurangan air,” tambahnya.
Lebih lanjut, para petani di Bojonegoro berharap curah hujan tetap tinggi dalam beberapa waktu ke depan.
Hal ini dinilai penting untuk mendukung masa tanam yang baru dimulai, mengingat kebutuhan air diperkirakan masih tinggi dalam dua hingga tiga bulan ke depan.
“Kami berharap hujan masih terus turun dengan intensitas cukup. Karena ini awal musim tanam, air sangat dibutuhkan ke depan,” pungkas Marlan.
Dengan turunnya hujan ini, para petani di wilayah tersebut optimistis musim tanam tahun ini dapat berjalan lebih baik, setelah sebelumnya sempat terhambat oleh kondisi cuaca yang tidak menentu. (yin)






