Daerah

Rp8,32 Miliar untuk Warga, Wabup Bojonegoro Pantau Langsung di Gayam

amunisinews001
8732
×

Rp8,32 Miliar untuk Warga, Wabup Bojonegoro Pantau Langsung di Gayam

Sebarkan artikel ini
IMG 20260413 WA0042

BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro kembali menunjukkan keseriusannya dalam menekan angka kemiskinan ekstrem dan stunting.

Melalui penyaluran bantuan sosial (bansos) senilai total Rp 8,32 miliar, ribuan keluarga penerima manfaat (KPM) Bojonegoro kini mendapatkan dukungan nyata untuk meningkatkan kesejahteraan.

Penyaluran bansos tersebut dilakukan secara simbolis di Kecamatan Gayam, Senin (13/4/2026), oleh Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah.

Program ini menyasar masyarakat berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), yang kini menjadi acuan utama agar bantuan lebih tepat sasaran.

Dalam sambutannya, Nurul Azizah menegaskan bahwa kebijakan bansos tidak hanya bersifat jangka pendek, melainkan bagian dari strategi besar Pemkab Bojonegoro dalam lima tahun ke depan untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Salah satu program unggulan yang terus didorong adalah Gayatri (Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri).

Program ini diharapkan mampu menjadi solusi berkelanjutan bagi warga agar tidak terus bergantung pada bantuan.

Tak hanya itu, Wabup juga mengingatkan pentingnya pendidikan bagi anak-anak Bojonegoro serta mendorong masyarakat memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG).

“Layanan CKG bukan hanya cek gula darah atau kolesterol, tapi juga mencakup pemeriksaan jantung, paru-paru hingga IVA. Total ada 20 jenis pemeriksaan dan semuanya gratis,” tegasnya.

Melalui kombinasi program bansos, kesehatan, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi seperti Gayatri dan Domba Kesejahteraan, Pemkab berharap terjadi peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Bojonegoro, Agus Susetyo, menjelaskan bahwa penyaluran bansos ini merupakan bagian dari langkah percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem yang dilakukan secara terstruktur dan berkelanjutan.

Menurutnya, pemutakhiran data DTSEN menjadi kunci utama agar bantuan benar-benar diterima oleh warga yang berhak.

“Setelah pemadanan data DTSEN Triwulan I 2026, ditetapkan sebanyak 8.973 KPM yang layak menerima bantuan,” jelasnya.

Dari sisi kesehatan, data Dinas Kesehatan Bojonegoro mencatat terdapat 1.186 anak stunting per Januari 2026.

Setelah dilakukan verifikasi dengan data penerima PKH, sebanyak 102 anak ditetapkan sebagai penerima bantuan sosial khusus stunting tahun ini.

Adapun rincian bantuan yang disalurkan meliputi, Bansos Kemiskinan Ekstrem untuk 8.973 KPM dengan nilai Rp900 ribu per keluarga.

Bansos Stunting untuk 102 KPM sebesar Rp2,4 juta per keluarga yang dicairkan dalam empat tahap.

Khusus di Kecamatan Gayam, penyaluran simbolis diberikan kepada 153 KPM kategori kemiskinan ekstrem dan 5 KPM untuk bantuan stunting.

Dengan langkah ini, Pemkab Bojonegoro tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga menanamkan fondasi kuat menuju masyarakat yang lebih mandiri, sehat, dan sejahtera. (Yin)