Daerah

Pemkab Bojonegoro Bantu Pedagang Serabi, Gerobak Baru Bikin Dagangan Lebih Laris

amunisinews001
8772
×

Pemkab Bojonegoro Bantu Pedagang Serabi, Gerobak Baru Bikin Dagangan Lebih Laris

Sebarkan artikel ini
IMG 20260701 WA0003

BOJONEGORO – Senyum bahagia terpancar dari wajah para pedagang serabi di Kabupaten Bojonegoro saat menerima bantuan gerobak dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disdagkop UM), Selasa (30/6/2026), di Pendopo Malowopati.

Bantuan tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian pemerintah daerah dalam memperkuat sektor usaha mikro sekaligus mendorong pelaku UMKM agar semakin berkembang dan memiliki daya saing yang lebih baik.

Sembilan pedagang serabi menerima gerobak baru yang diharapkan mampu menunjang aktivitas usaha mereka.

Bagi para penerima, bantuan ini bukan hanya menghadirkan sarana berjualan yang lebih layak, tetapi juga menjadi motivasi baru untuk meningkatkan pendapatan keluarga.

Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, mengatakan program ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan visi Bojonegoro Bahagia, Makmur, dan Membanggakan.

Menurutnya, pengembangan kuliner khas daerah, termasuk serabi Bojonegoro, harus terus didorong agar mampu menjadi daya tarik wisata sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.

Ia mengungkapkan, ide pengembangan sentra serabi berawal dari inisiatif masyarakat Kelurahan Kepatihan yang kini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

“Ke depan akan kami gelar kontes serabi. Harapannya kegiatan ini menjadi agenda tahunan yang mampu menarik lebih banyak wisatawan datang ke Bojonegoro.

Pemerintah akan terus mendukung setiap inovasi yang dapat meningkatkan kunjungan dan membuat dagangan masyarakat semakin laris,” ujar Nurul Azizah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdagkop UM Kabupaten Bojonegoro, Muhammad Ahmadi, menjelaskan bahwa bantuan gerobak merupakan realisasi komitmen pemerintah yang sebelumnya disampaikan Wakil Bupati saat menghadiri kegiatan Umbul Dungo di Kelurahan Kepatihan.

Menurutnya, pemerintah ingin memastikan janji tersebut benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para pelaku UMKM.

“Alhamdulillah, hari ini bantuan gerobak dapat kami serahkan. Semoga bisa dimanfaatkan dengan baik dan mampu meningkatkan usaha para pedagang serabi,” katanya.

Ahmadi juga mengungkapkan bahwa Serabi Bojonegoro kini telah mengantongi Sertifikat Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) dari Kementerian Hukum dan HAM.

Pengakuan tersebut semakin memperkuat posisi serabi sebagai salah satu kuliner khas yang menjadi identitas Bojonegoro.

Sebagai tindak lanjut, Pemkab Bojonegoro berencana kembali menggelar Festival Serabi dengan melibatkan lebih banyak pedagang agar kuliner tradisional ini semakin dikenal masyarakat luas.

“Walaupun serabi ada di banyak daerah, Serabi Bojonegoro memiliki cita rasa dan karakter yang menjadi ciri khas tersendiri,” jelas Ahmadi.

Rasa syukur juga disampaikan Kasmin, salah satu pedagang serabi asal Kelurahan Kepatihan yang telah berjualan selama tujuh tahun di kawasan Jalan Imam Bonjol, tepatnya di depan SD Katolik Bojonegoro.

Sebelumnya, ia hanya mengandalkan meja sederhana untuk menjajakan dagangannya.

Kini, dengan gerobak baru, tampilan lapaknya menjadi lebih rapi dan menarik perhatian pelanggan.

“Alhamdulillah, sekarang jualannya lebih enak. Dulu hanya pakai meja, sekarang dengan gerobak dagangan bisa ditata lebih bagus,” ungkap Kasmin.

Setiap hari, Kasmin mengolah sekitar lima kilogram adonan serabi. Khusus malam Minggu, jumlah produksinya meningkat hingga tujuh kilogram untuk memenuhi permintaan pembeli.

Serabi buatannya dijual dengan harga sekitar Rp6.000 per porsi dan selama ini menjadi salah satu kuliner favorit masyarakat Bojonegoro.

Melalui program bantuan gerobak ini, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap para pedagang semakin percaya diri mengembangkan usahanya.

Di sisi lain, keberadaan Serabi Bojonegoro diharapkan semakin dikenal sebagai kuliner khas daerah yang mampu menarik wisatawan sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat lokal. (yin)