Daerah

Disnakkan Bojonegoro Siapkan Solusi saat Harga Telur Anjlok, Peternak GAYATRI Diuntungkan

8846
×

Disnakkan Bojonegoro Siapkan Solusi saat Harga Telur Anjlok, Peternak GAYATRI Diuntungkan

Sebarkan artikel ini
img 20260703 wa0037

BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro bergerak cepat merespon kondisi yang tengah dihadapi para peternak ayam petelur penerima manfaat Program GAYATRI (Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri).

Di tengah melonjaknya harga pakan dan melemahnya harga jual telur, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) menyiapkan sejumlah strategi agar usaha peternak tetap berjalan dan memberikan keuntungan.

Kepala Bidang Peternakan Disnakkan Kabupaten Bojonegoro, drh. Indra Firmansyah, mengatakan pemerintah saat ini tengah menggodok pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai bentuk dukungan bagi peternak GAYATRI.

Skema bantuan yang disiapkan masih dibahas, mulai dari penyediaan alat pengolah pakan hingga subsidi pakan ternak.

Menurut Indra, keputusan tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan paling mendesak di lapangan.

Saat ini, biaya produksi terus meningkat akibat harga pakan yang tinggi, sementara harga telur di tingkat peternak justru mengalami penurunan.

“Masih kami bahas skema yang paling tepat, apakah bantuan berupa alat pengolah pakan atau subsidi pakan. Yang pasti, upaya ini akan segera direalisasikan karena melihat kondisi peternak saat ini,” ujarnya, Jum’at (3/7/2026).

Tak hanya fokus pada biaya produksi, Disnakkan juga menyiapkan langkah untuk memperluas pemasaran telur hasil peternak GAYATRI.

Kebijakan ini merupakan tindak lanjut atas arahan Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah agar hasil produksi peternak lokal memiliki pasar yang lebih luas dan berkelanjutan.

Sebagai langkah awal, Disnakkan akan mengumpulkan pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna membahas peluang penyerapan telur dari peternak Program GAYATRI.

Kerja sama tersebut diharapkan mampu menciptakan pasar yang lebih stabil sekaligus meningkatkan pendapatan para peternak.

Meski demikian, penyaluran telur ke SPPG diperkirakan tetap dilakukan melalui pihak ketiga. Mekanisme tersebut dipilih agar proses administrasi dan pertanggungjawaban keuangan (SPJ) dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Dengan kombinasi bantuan untuk menekan biaya produksi serta pembukaan akses pasar baru, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap Program GAYATRI semakin kuat dan berkelanjutan.

Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor peternakan. (yin)