Peristiwa

Kasus Dugaan Keracunan MBG Siswa Bintang Pertiwi Deli Serdang, Orang Tua Minta Penjelasan Resmi

amunisinews001
7843
×

Kasus Dugaan Keracunan MBG Siswa Bintang Pertiwi Deli Serdang, Orang Tua Minta Penjelasan Resmi

Sebarkan artikel ini
img 20260721 wa0054

DELI SERDANG – Puluhan siswa TK dan SD Swasta Bintang Pertiwi di kawasan Jalan Tani Asli, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, dilaporkan mengalami keluhan kesehatan yang diduga berkaitan dengan makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikonsumsi di lingkungan sekolah pada Senin (13/7/2026).

Meski demikian, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari instansi berwenang yang memastikan penyebab keluhan tersebut berasal dari makanan program MBG.

Kasus ini masih dalam proses pendataan dan menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, makanan dibagikan kepada para siswa saat jam sekolah.

Namun, beberapa jam setelah pulang ke rumah, sejumlah siswa mulai mengeluhkan kondisi kesehatan yang diduga mengarah pada gejala keracunan makanan.

Data sementara menyebutkan sekitar 35 siswa SD dan 10 siswa TK mengalami keluhan serupa.

Angka tersebut masih bersifat sementara karena pihak sekolah masih melakukan verifikasi terhadap seluruh siswa yang diduga terdampak.

Kepala TK dan SD Swasta Bintang Pertiwi, Ita, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa pihak sekolah masih mendata jumlah siswa yang mengalami keluhan setelah mengonsumsi makanan tersebut.

“Hingga saat ini kami masih melakukan pendataan. Data final mengenai jumlah siswa yang terdampak belum dapat kami sampaikan secara resmi,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, pada 18 Juli 2026 telah digelar pertemuan antara pihak penyelenggara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan para orang tua siswa.

Dalam forum tersebut, menurut informasi yang diterima, pihak SPPG menyampaikan komitmen untuk menanggung biaya pengobatan bagi siswa yang menjalani perawatan di rumah sakit maupun klinik.

Penanganan tersebut disebut akan dikoordinasikan oleh perwakilan SPPG atau Person in Charge (PIC) bernama Eva.

Meski demikian, saat dimintai konfirmasi mengenai kronologi kejadian, dugaan penyebab keluhan para siswa, serta langkah penanganan yang telah dilakukan, pihak PIC SPPG belum memberikan keterangan resmi hingga berita ini diterbitkan.

Salah seorang wali murid berinisial AW (56) yang hadir dalam pertemuan tersebut berharap seluruh siswa memperoleh pelayanan kesehatan terbaik dan penyebab kejadian segera diungkap secara transparan.

Menurutnya, orang tua membutuhkan kepastian mengenai hasil pemeriksaan medis maupun hasil investigasi yang dilakukan oleh pihak terkait agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.

Sementara itu, awak media juga masih berupaya memperoleh konfirmasi dari Dinas Kesehatan dan instansi terkait mengenai hasil pemeriksaan laboratorium maupun investigasi terhadap dugaan kasus tersebut.

Hingga berita ini dipublikasikan, belum terdapat hasil pemeriksaan resmi yang menyatakan bahwa keluhan para siswa dipastikan disebabkan oleh makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Karena itu, seluruh informasi mengenai dugaan keracunan masih menunggu hasil penyelidikan dan pemeriksaan dari pihak berwenang.

Perkembangan kasus ini akan diperbarui setelah terdapat keterangan resmi dari Dinas Kesehatan, penyelenggara SPPG, maupun hasil uji laboratorium yang dapat memastikan penyebab pasti kejadian tersebut. (Rob)