BOJONEGORO – Warga di sejumlah wilayah Jawa Timur diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat disertai petir pada Rabu (21/10/2026) sore.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca yang berlaku mulai pukul 16.00 hingga 19.00 WIB.
Peringatan tersebut mencakup sejumlah wilayah di Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Bangkalan.
BMKG menetapkan tingkat keparahan dalam kategori sedang, sehingga masyarakat di daerah terdampak perlu mengantisipasi kemungkinan perubahan cuaca secara cepat.
Hujan yang turun dengan intensitas tinggi dalam waktu singkat berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, terutama warga yang masih berada di perjalanan saat sore hari.
Di Kabupaten Bojonegoro, wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan antara lain Kecamatan Balen, Kedungadem, Kepohbaru dan Sumberrejo.
Sementara itu, di Kabupaten Lamongan, peringatan mencakup Kecamatan Bluluk, Modo dan Ngimbang.
Adapun di Kabupaten Bangkalan, wilayah yang disebut dalam peringatan meliputi Kecamatan Kamal dan Socah.
Selain wilayah tersebut, daftar peringatan yang disampaikan juga mencantumkan sejumlah kecamatan di Jawa Timur, yakni Jambesari Darus Sholah, Pujer, Sukosari, Sumberjambe, Sumberwringin, Tenggarang, Tlogosari dan Wonosari.
Masyarakat di wilayah yang masuk cakupan peringatan diimbau memantau perkembangan informasi cuaca resmi, mengingat kondisi atmosfer dapat berubah dalam waktu singkat.
Potensi hujan lebat disertai petir perlu diantisipasi karena dapat menyebabkan jarak pandang berkurang, angin kencang, serta genangan atau banjir lokal di kawasan yang rawan.
Pengendara sepeda motor maupun mobil sebaiknya lebih berhati-hati ketika hujan deras mulai turun.
Jika jarak pandang memburuk, pengendara disarankan mengurangi kecepatan dan berhenti di tempat aman apabila kondisi perjalanan tidak memungkinkan.
Warga juga disarankan mengamankan barang-barang yang berada di luar rumah, seperti benda ringan yang mudah terbawa angin.
Saluran air di sekitar rumah perlu dipastikan tidak tersumbat agar air hujan dapat mengalir dengan baik.
Saat terjadi petir, hindari berteduh di bawah pohon besar, dekat tiang listrik, maupun di sekitar papan reklame.
Pilih bangunan yang aman sebagai tempat berlindung hingga kondisi cuaca membaik.
Perubahan cuaca dari panas pada siang hari menjadi hujan pada sore hari dapat terjadi ketika kondisi atmosfer mendukung pertumbuhan awan konvektif.
Kelembapan udara dan pemanasan permukaan pada siang hari dapat berkontribusi terhadap pembentukan awan yang berpotensi menghasilkan hujan dan petir.
Meski demikian, kondisi cuaca di setiap daerah tidak selalu sama.
Prakiraan untuk satu kota tidak dapat dijadikan patokan langsung bagi wilayah lain yang berjarak puluhan kilometer.
Informasi suhu Kota Kediri yang diprakirakan berkisar 26–31 derajat Celsius dengan kondisi cerah juga tidak otomatis menggambarkan cuaca di Bojonegoro, Lamongan, maupun Bangkalan.
Masyarakat perlu memahami bahwa peringatan dini cuaca merupakan informasi jangka pendek yang dapat diperbarui sesuai perkembangan kondisi atmosfer.
Karena itu, wilayah terdampak, waktu kejadian, maupun tingkat potensi cuaca dapat berubah.
Warga di Bojonegoro, Lamongan, Bangkalan, serta daerah lain yang berpotensi terdampak disarankan memantau kanal resmi BMKG dan mengikuti arahan dari instansi setempat.
Kewaspadaan sejak dini menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko gangguan aktivitas maupun dampak cuaca buruk, terutama ketika hujan lebat dan petir terjadi pada jam-jam sibuk sore hari. (yin)






