TNI/POLRI

Aksi Cepat TNI di Babat Lamongan, Tanggul Jebol Kini Kembali Kokoh

amunisinews001
8814
×

Aksi Cepat TNI di Babat Lamongan, Tanggul Jebol Kini Kembali Kokoh

Sebarkan artikel ini
IMG 20260114 WA0025

LAMONGAN – Intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Babat, Kabupaten Lamongan dalam beberapa hari terakhir berdampak serius pada infrastruktur desa.

Salah satunya, tanggul Kali Patih di Desa Patihan, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan mengalami kerusakan hingga jebol akibat luapan air sungai.

Kerusakan tersebut sempat menghambat aktivitas warga dan menimbulkan kekhawatiran akan potensi banjir lanjutan, mengingat tanggul tersebut merupakan jalur vital penghubung menuju permukiman dan lahan pertanian.

Menanggapi kondisi darurat itu, jajaran Babinsa Koramil 0812/10 Babat bergerak cepat turun ke lapangan.

Bersinergi dengan Pemerintah Desa Patihan, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Petugas PDU Lamongan, serta masyarakat setempat, TNI melaksanakan karya bakti perbaikan tanggul sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap keselamatan dan kenyamanan warga.

Perbaikan difokuskan pada proses pengurukan dan pemadatan tanggul menggunakan material padel, guna memperkuat struktur tanggul agar mampu menahan debit air sungai yang meningkat saat hujan deras.

Langkah ini juga bertujuan mengembalikan fungsi tanggul sebagai jalur transportasi yang aman bagi masyarakat.

Di tengah cuaca panas dan kondisi medan yang cukup berat, semangat kebersamaan tampak begitu kuat.

Anggota TNI dan warga bahu-membahu, mengangkat material, meratakan urukan, hingga memadatkan tanggul secara manual.

Suasana gotong royong terasa hidup. Dentingan alat kerja, langkah serempak prajurit, serta partisipasi aktif warga menjadi gambaran nyata sinergi yang solid antara TNI dan masyarakat desa.

Mewakili Danramil 0812/10 Babat, Batuud Peltu Akram yang memimpin kegiatan menyampaikan bahwa penanganan cepat terhadap tanggul jebol sangat penting untuk mencegah dampak yang lebih besar.

“Kerusakan tanggul ini harus segera ditangani agar tidak menimbulkan bencana susulan. Kami bersama warga memperkuat tanggul menggunakan material padel supaya lebih kokoh menghadapi tekanan air. Kehadiran TNI di tengah masyarakat adalah kewajiban, terutama saat warga membutuhkan bantuan,” tegas Peltu Akram.

Ia menegaskan, karya bakti tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan emosional antara TNI dan rakyat.

Menurutnya, kemanunggalan TNI dengan masyarakat harus terus diwujudkan melalui tindakan nyata di lapangan, bukan sekedar slogan.

Kegiatan perbaikan tanggul yang berlangsung sejak pagi hingga siang hari tersebut berjalan lancar, aman, dan penuh antusiasme.

Kolaborasi lintas unsur membuat pekerjaan terasa lebih ringan dan progres perbaikan dapat dilakukan dengan cepat.

Dengan selesainya tahap awal penguatan tanggul, warga Desa Patihan kini bisa bernapas lega.

Akses menuju sawah dan permukiman kembali terbuka, aktivitas ekonomi pun kembali berjalan normal.

Lebih dari itu, risiko banjir susulan dapat ditekan berkat struktur tanggul yang kini jauh lebih kuat.

Sinergi antara aparat, pemerintah, dan masyarakat kembali membuktikan diri sebagai kunci utama dalam menghadapi tantangan alam serta membangun desa yang lebih tangguh ke depan. (ded)