TNI/POLRI

Babinsa dan Warga Sukorame Lamongan Gotong Royong Bangun Jembatan Bambu Pasca Banjir

amunisinews001
7888
×

Babinsa dan Warga Sukorame Lamongan Gotong Royong Bangun Jembatan Bambu Pasca Banjir

Sebarkan artikel ini
IMG 20260113 WA0012

LAMONGAN – Akses vital warga Dusun Ngerapah, Desa Sewor, Kecamatan Sukorame, akhirnya kembali tersambung. Personel Babinsa Koramil 0812/24 Sukorame bersama masyarakat setempat bergotong royong membangun jembatan bambu darurat, Selasa (13/1/2026), menyusul robohnya jembatan utama akibat banjir.

Bencana tersebut dipicu curah hujan tinggi disertai angin kencang yang terjadi beberapa hari terakhir.

Debit air sungai meningkat drastis hingga menghantam konstruksi jembatan desa dan membuatnya runtuh total.

Akibatnya, roda kehidupan warga sempat terhenti. Anak-anak kesulitan berangkat sekolah, petani terhambat menuju lahan, sementara pedagang tidak bisa mengakses jalur distribusi harian.

Merespon kondisi darurat itu, jajaran Koramil Sukorame bergerak cepat. Danramil 0812/24 Sukorame, Lettu Ctp Anang, turun langsung ke lokasi untuk memastikan pembangunan jembatan sementara berjalan aman dan tepat sasaran.

“Kami mengerahkan seluruh Babinsa untuk terlibat bersama warga. Meski bersifat sementara dan terbuat dari bambu, jembatan ini sangat krusial agar aktivitas masyarakat tidak terhenti total,” ujar Lettu Anang di sela kegiatan.

Ia menegaskan bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat bukan sekedar tugas, melainkan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Instruksi kami jelas, TNI harus hadir dan menjadi bagian dari solusi atas setiap persoalan yang dihadapi masyarakat,” tegasnya.

Apresiasi juga datang dari Kepala Desa Sewor, Tarno. Ia menilai respon cepat Koramil Sukorame sangat membantu warga dalam situasi darurat pasca bencana.

“Tanpa dukungan tenaga dan arahan dari Babinsa, jembatan darurat ini tidak mungkin selesai secepat ini. Meski masih sementara, jembatan bambu ini sangat membantu warga agar tetap bisa beraktivitas. Kami berharap perbaikan jembatan permanen segera direalisasikan oleh instansi terkait,” ungkap Tarno.

Proses kerja bakti berlangsung penuh semangat kebersamaan. Anggota TNI dan warga bahu-membahu mengangkut bambu, merangkai anyaman, hingga memasang tiang penyangga jembatan.

Kehadiran Babinsa menjadi pemicu semangat warga untuk bangkit dan kembali menata kehidupan pasca bencana.

Sinergi kuat antara TNI dan masyarakat ini kembali membuktikan bahwa gotong royong masih menjadi kekuatan utama dalam menghadapi musibah. (ded)