Daerah

Bangun Jalan Desa Sejahtera Tuai Apresiasi, Aktivis Banten Nu’man: Dampaknya Langsung Terasa

amunisinews001
7882
×

Bangun Jalan Desa Sejahtera Tuai Apresiasi, Aktivis Banten Nu’man: Dampaknya Langsung Terasa

Sebarkan artikel ini
IMG 20260226 WA0005

BANTEN – Satu tahun kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten, Andra–Dimyati, mulai menuai respon publik.

Berdasarkan pemberitaan terbaru, tingkat kepuasan masyarakat mencapai 62 persen.

Angka ini menjadi catatan positif, meski berbagai kritik tetap bermunculan sebagai bagian dari evaluasi pembangunan.

Salah satu suara apresiasi datang dari Nu’man Fauzi, aktivis muda asal Cimoyan, Pandeglang.

Ia mengaku merasakan langsung dampak dari program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra) yang digagas Pemerintah Provinsi Banten.

“Perubahannya terasa nyata. Jalan desa yang sebelumnya rusak dan sulit dilalui sekarang jauh lebih baik. Aktivitas warga jadi lebih lancar,” ujar Nu’man, Kamis, 26 Februari 2026.

Menurutnya, pembangunan jalan desa bukan sekedar proyek fisik semata.

Lebih dari itu, infrastruktur yang memadai menjadi penggerak utama roda ekonomi masyarakat pedesaan.

Ia memaparkan beberapa dampak konkret yang dirasakan warga seperti, distribusi hasil pertanian menjadi lebih cepat dan efisien, akses anak sekolah semakin mudah dan aman, mobilitas menuju layanan kesehatan tidak lagi terkendala jalan rusak, aktivitas perdagangan dan usaha kecil meningkat.

“Kalau jalannya bagus, ekonomi bergerak. Petani tidak lagi kesulitan membawa hasil panen, anak sekolah tidak harus berjuang melewati jalan berlumpur,” tambahnya.

Meski angka kepuasan publik cukup tinggi, Nu’man menilai kritik masyarakat tetap harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Baginya, apresiasi adalah bentuk pengakuan atas kerja nyata, sementara kritik merupakan alarm agar pembangunan tidak stagnan.

“Kepuasan itu penting, tapi kritik jauh lebih penting untuk memastikan program terus diperbaiki dan merata. Transparansi dan pengawasan publik harus diperkuat,” tegasnya.

Dia berharap pembangunan infrastruktur desa tetap menjadi prioritas utama, terutama dalam aspek pemerataan dan keberlanjutan program.

Memasuki satu tahun pemerintahan Andra–Dimyati, capaian 62 persen kepuasan publik menjadi indikator awal yang cukup menjanjikan.

Namun, tantangan pembangunan Banten masih panjang.

Apresiasi dan kritik, menurut Nu’man, harus berjalan beriringan demi mewujudkan Banten yang lebih maju, inklusif, dan sejahtera.

“Yang terpenting bukan hanya membangun, tetapi memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan seluruh masyarakat,” pungkasnya. (dpw)

Penulis: Dimas P WardhanaEditor: Sulis