Infotaiment

Bayemgede Bojonegoro Cetak Rekor, 2 Hektare Padi Gamagora 7 Diprediksi Hasilkan 11 Ton

amunisinews001
7643
×

Bayemgede Bojonegoro Cetak Rekor, 2 Hektare Padi Gamagora 7 Diprediksi Hasilkan 11 Ton

Sebarkan artikel ini
IMG 20260228 WA0020

BOJONEGORO – Kelompok Tani Subur 2 Desa Bayemgede, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, mencatat momen penting dalam sejarah pertanian desa mereka.

Untuk pertama kalinya, lahan mereka dipercaya menjadi lokasi ekspos demplot (demonstration plot) padi varietas unggul Gamagora 7 hasil kolaborasi Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bojonegoro dengan Universitas Gadjah Mada.

Kegiatan yang digelar pada Sabtu (28/2/2026) itu menjadi sorotan karena dihadiri langsung Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah, Ketua DPRD Bojonegoro Abdulloh Umar, Dandim 0813, Kapolres Bojonegoro, Sekretaris Daerah, Kepala BPS Bojonegoro, jajaran Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, perwakilan UGM, Camat dan Forkopimca Kepohbaru, kepala desa se-Kecamatan Kepohbaru, hingga perangkat desa, RW, RT, serta kelompok tani dan gapoktan setempat.

Ketua Kelompok Tani Subur 2 Bayemgede, Yoyok Cahyono, mengungkapkan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan UGM kepada kelompoknya sebagai lokasi percontohan Gamagora 7.

“Kami sangat bangga bisa menjadi bagian kerja sama ini. Padi Gamagora 7 ini luar biasa, tahan kering dan daya adaptasinya sangat kuat,” ujarnya.

Menurutnya, varietas ini memiliki masa panen relatif singkat, sekitar 85 hingga 90 hari.

“Artinya, petani bisa memanen lebih cepat dibandingkan padi konvensional yang umumnya membutuhkan waktu lebih lama,” ungkap Yoyok.

Tak hanya itu, hasil produksi juga dinilai menjanjikan. Dari kalkulasi sementara, lahan seluas dua hektare berpotensi menghasilkan hingga 11 ton gabah lebih tinggi dibandingkan varietas biasa.

“Ini peluang besar bagi petani. Jika hasilnya konsisten, tentu akan sangat membantu peningkatan kesejahteraan kami,” tambah Yoyok.

Varietas Gamagora 7 dinilai cocok dikembangkan di wilayah dengan tantangan ketersediaan air seperti beberapa kawasan di Bojonegoro.

Ketahanan terhadap kondisi kering menjadi keunggulan utama yang membuatnya berbeda.

Kepohbaru sendiri termasuk daerah yang sering menghadapi persoalan air saat musim kemarau.

Dengan hadirnya varietas ini, petani memiliki alternatif yang lebih adaptif terhadap perubahan cuaca.

Ekspos demplot ini sekaligus menjadi ajang edukasi bagi kelompok tani lain di Kecamatan Kepohbaru agar bisa melihat langsung performa tanaman di lapangan.

Kepercayaan dari UGM kepada Kelompok Tani Subur 2 bukan hanya soal panen, tetapi juga simbol bahwa petani desa mampu menjadi bagian dari inovasi pertanian berbasis riset.

Dengan dukungan pemerintah daerah dan pendampingan akademisi, petani Bayemgede optimistis Gamagora 7 bisa menjadi salah satu solusi peningkatan produktivitas padi di Bojonegoro.

Jika hasilnya stabil dan luas tanam diperbesar, bukan tidak mungkin Kecamatan Kepohbaru menjadi salah satu sentra baru produksi padi unggul di Kabupaten Bojonegoro. (yin)