Infotaiment

Berburu Uang Pecahan Kecil di Lamongan, Segini Biayanya

amunisinews001
7867
×

Berburu Uang Pecahan Kecil di Lamongan, Segini Biayanya

Sebarkan artikel ini
IMG 20260303 WA0013

LAMONGAN – Aroma Lebaran mulai terasa kuat di jantung Kota Lamongan.

Bukan hanya deretan pedagang takjil yang ramai diserbu warga Lamongan, tetapi juga lapak-lapak penukaran uang baru yang mendadak menjamur di sejumlah ruas jalan protokol.

Meja-meja kecil berjajar rapi, dipenuhi susunan pecahan rupiah yang masih kaku dan terlihat segar.

Pemandangan ini seolah menjadi magnet tersendiri bagi warga yang melintas, terutama mereka yang tengah bersiap menyambut Hari Raya Idul Fitri.

Fenomena berburu uang baru memang menjadi tradisi tahunan setiap Ramadan.

Kebutuhan untuk membagikan THR, sedekah, hingga angpao bagi anak-anak membuat permintaan pecahan kecil melonjak tajam.

Imam, salah satu penyedia jasa penukaran di Lamongan mengaku sudah membuka lapak sejak awal Ramadan.

Menurutnya, pecahan Rp5.000, Rp10.000, hingga Rp20.000 menjadi favorit warga.

“Biasanya untuk dibagikan ke anak-anak atau saudara saat Lebaran. Mereka maunya uang baru dan rapi,” ujarnya, Selasa (3/3/2026).

Untuk setiap penukaran Rp100 ribu, biaya layanan yang dipatok berkisar Rp20 ribu. Tarif tersebut relatif stabil dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Meski ada potongan, banyak warga memilih cara ini karena lebih praktis dan tak perlu antri panjang.

Siti Rahma (38), warga Lamongan, sengaja menukar uang lebih dini agar tidak kehabisan pecahan kecil.

“Kalau sudah mendekati Lebaran biasanya makin padat. Daripada repot antri, saya tukar sekarang saja,” tuturnya.

Aktivitas ini pun ikut menggeliatkan denyut ekonomi musiman di pusat kota Lamongan.

Suasana hangat terasa dari interaksi penjual dan pembeli, diselingi obrolan ringan yang mencerminkan antusiasme menyambut hari kemenangan.

Di tengah ramainya transaksi, masyarakat Lamongan tetap diingatkan untuk teliti memastikan keaslian uang yang diterima.

Selain melalui jasa penukaran mandiri, warga juga dapat memanfaatkan layanan resmi perbankan maupun program kas keliling dari Bank Indonesia yang rutin hadir menjelang Idul Fitri.

Ramadan di Lamongan bukan sekedar momentum ibadah, tetapi juga ruang berbagi kebahagiaan.

Lembaran rupiah baru yang berpindah tangan menjadi simbol sederhana tradisi, keceriaan anak-anak, sekaligus harapan yang terus hidup dari tahun ke tahun. (ded)