Infotaiment

Bukan Kenyang Malah Bingung, Paket Makan Gratis di Plesungan Bojonegoro Ini Tuai Kritik Pedas Wali Murid

amunisinews001
8635
×

Bukan Kenyang Malah Bingung, Paket Makan Gratis di Plesungan Bojonegoro Ini Tuai Kritik Pedas Wali Murid

Sebarkan artikel ini
IMG 20260306 WA0024

BOJONEGORO – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bojonegoro yang seharusnya menjadi angin segar bagi kesehatan anak-anak justru memicu kontroversi.

Di Desa Tikusan, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, sejumlah orang tua siswa TK dan PAUD meluapkan kekecewaannya terhadap kualitas menu yang dibagikan.

Alih-alih mendapatkan paket makanan lengkap dengan gizi seimbang, paket yang berasal dari SPPG 2 Plesungan, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, tersebut dinilai jauh dari ekspektasi wali murid dan kebutuhan nutrisi anak usia dini.

Berdasarkan foto dan laporan yang beredar, isi paket makanan tersebut hanya terdiri dari sebutir telur ayam, satu buah apel berukuran kecil, dan sepotong roti.

Tidak terlihat adanya nasi atau sumber karbohidrat utama lainnya yang biasanya menjadi standar makan siang anak-anak.

“Kalau disebut makan bergizi, kami berharap menunya lebih layak. Anak-anak hanya diberi telur, apel kecil, dan roti. Tidak ada nasi atau makanan utama lainnya,” keluh salah satu wali murid yang meminta identitasnya dirahasiakan karena takut, Jum’at (6/3/2026).

Ia menambahkan, bagi anak-anak usia emas (TK/PAUD) yang sedang aktif-aktifnya bergerak dan belajar, porsi tersebut dianggap tidak mencukupi untuk menunjang energi mereka di sekolah.

Kritik tajam juga datang dari orang tua lainnya yang menilai program MBG ini terkesan hanya dijalankan secara formalitas tanpa memperhatikan substansi gizi.

Menurut mereka, program pemerintah yang tujuannya mulia ini jangan sampai dieksekusi dengan setengah hati.

“Kualitasnya benar-benar harus diperhatikan. Jangan sampai program bagus, tapi pelaksanaannya mengecewakan. Kami ingin ini benar-benar bermanfaat bagi tumbuh kembang anak, bukan sekedar asal bagi,” tegasnya.

Hingga saat ini, pihak pengelola SPPG 2 Plesungan selaku penyedia paket makanan belum memberikan pernyataan resmi terkait polemik menu di Desa Tikusan.

Masyarakat dan wali murid mendesak adanya evaluasi menyeluruh serta transparansi mengenai standar menu yang seharusnya diberikan.

Kasus ini seharusnya menjadi teguran bagi pihak penyelenggara agar lebih selektif dan teliti dalam menyusun komposisi makanan, mengingat masa pertumbuhan anak usia dini sangat bergantung pada asupan nutrisi yang tepat dan memadai. (yin)