Infotaiment

83 Anak TK Diajak TNI Lamongan Belajar Pangan, Suasana Kampung Pandu Berubah Ceria

amunisinews001
7784
×

83 Anak TK Diajak TNI Lamongan Belajar Pangan, Suasana Kampung Pandu Berubah Ceria

Sebarkan artikel ini
IMG 20260212 WA0036

LAMONGAN – Suasana Kampung Pangan Terpadu Kodim 0812/Lamongan di Desa Jotosanur, Kecamatan Tikung, Kamis (12/2/2026), berubah menjadi jauh lebih semarak.

Hamparan hijau yang biasanya menjadi ruang aktivitas prajurit dan warga Lamongan kini dipenuhi tawa polos puluhan anak usia dini.

Sebanyak 83 siswa-siswi TK Aisyiyah Bustanul Athfal 1 hadir bersama guru dan wali murid untuk mengikuti kegiatan edukatif yang digelar Satgas Pandu Kodim 0812/Lamongan.

Kunjungan ini dikemas santai, menyenangkan, dan sarat nilai pembelajaran tentang ketahanan pangan sejak dini.

Anak-anak tidak hanya diajak berkeliling, tetapi juga berinteraksi langsung dengan dunia pertanian dan peternakan.

Mereka mencoba menanam bibit sayuran, memberi pakan ikan lele, mengenal ayam petelur, hingga melihat sapi yang dipelihara di area Kampung Pandu.

Peran pemandu utama dipegang oleh Serda Suhardi, prajurit TNI yang tampil hangat dan komunikatif.

Dengan bahasa sederhana dan penuh kesabaran, ia menjelaskan proses-proses dasar yang menjadi fondasi pangan, disesuaikan dengan usia dan rasa ingin tahu anak-anak.

“Di sini mereka belajar bahwa makanan tidak datang begitu saja. Ada proses, ada usaha, dan ada kerja keras petani yang harus dihargai,” ujar Serda Suhardi.

Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar kunjungan, melainkan bagian dari pembinaan karakter generasi muda.

Nilai disiplin, gotong royong, kepedulian lingkungan, hingga rasa syukur ditanamkan secara alami melalui pengalaman langsung.

“Melihat anak-anak antusias memegang bibit dan memberi makan ternak membuat kami yakin, pendidikan cinta alam dan pangan harus dimulai sejak dini. Tugas kami bukan hanya menjaga negara, tetapi ikut menyiapkan masa depan bangsa,” tambahnya.

Kampung Pandu pun menjelma menjadi ruang belajar terbuka. Lahan pertanian tidak lagi sekedar tempat bercocok tanam, tetapi menjadi media edukasi hidup yang menghubungkan nilai kebangsaan dengan kesadaran kemandirian pangan.

Apresiasi disampaikan Kepala Sekolah TK Aisyiyah Bustanul Athfal 1.

Ia menilai kegiatan tersebut sebagai pengalaman berharga yang sulit didapatkan di ruang kelas.

“Anak-anak pulang membawa cerita, senyum, dan pengalaman baru. Bukan hanya belajar tentang tanaman dan ternak, tetapi juga tentang ketulusan, kerja keras, dan sisi humanis TNI. Ini pembelajaran yang akan mereka ingat hingga dewasa,” tuturnya.

Melalui langkah sederhana ini, Satgas Pandu Kodim 0812/Lamongan menanam benih kesadaran penting: mencintai tanah air dapat dimulai dari mencintai tanah tempat pangan tumbuh. (ded)