Infotaiment

Bupati dan Wabup Naik Becak Listrik Pimpin Kirab Adipura, Apresiasi Pejuang Kebersihan Gresik

amunisinews001
7838
×

Bupati dan Wabup Naik Becak Listrik Pimpin Kirab Adipura, Apresiasi Pejuang Kebersihan Gresik

Sebarkan artikel ini
IMG 20260228 WA0008

GRESIK – Suasana berbeda terlihat di jalanan Kota Gresik, Jumat (27/02/2026).

Kirab Adipura digelar sebagai simbol penghormatan atas dedikasi pasukan kebersihan dan pertamanan Gresik yang selama ini menjadi garda terdepan menjaga wajah kota.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Wakil Bupati Asluchul Alif turun langsung memimpin iring-iringan kirab.

Didampingi Forkopimda dan jajaran kepala OPD, keduanya menaiki becak listrik, menyapa masyarakat Gresik sepanjang rute kirab.

Start dari Gelora Joko Samudro, rombongan melintasi Jalan Veteran, Jalan Panglima Sudirman, Jalan J.A. Suprapto hingga finis di Wahana Ekspresi Poesponegoro.

Di barisan terdepan, pasukan kebersihan dan pertamanan berdiri gagah sebagai simbol utama penghargaan ini lahir dari kerja nyata mereka.

Kabupaten Gresik menjadi satu dari 35 kabupaten/kota di Indonesia yang menerima Penghargaan Kinerja Pengelolaan Sampah berupa Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Capaian ini bukan penghargaan biasa. Penilaian diberikan kepada daerah yang dinilai berhasil membangun sistem pengelolaan sampah berkelanjutan, terintegrasi, dan berdampak nyata terhadap lingkungan.

Dalam sambutannya, Bupati Yani menegaskan bahwa prestasi ini adalah hasil kerja kolektif.

“Hari ini kita tidak hanya membawa penghargaan. Kita membawa penghormatan untuk panjenengan semua yang setiap hari memastikan Gresik tetap bersih,” tegasnya.

Salah satu faktor utama yang mengantarkan Gresik meraih penghargaan adalah keberhasilan mengolah sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF), energi alternatif pengganti batu bara.

Skema ini dijalankan dengan sinergi bersama PT Semen Indonesia sebagai off taker.

Melalui kolaborasi ini, sampah tak lagi dipandang sebagai beban, melainkan sumber daya yang mendukung transisi energi ramah lingkungan.

Model ini menjadi contoh konkret bagaimana pemerintah daerah dan sektor industri dapat berjalan seiring dalam isu pengelolaan lingkungan.

Sebagai bentuk apresiasi, Kementerian Lingkungan Hidup menyerahkan tiga unit motor pengangkut sampah kepada Pemkab Gresik.

Dalam momentum kirab, motor tersebut langsung didistribusikan kepada wilayah dan lembaga berprestasi.

Beberapa penerima di antaranya, Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu, dinilai sebagai desa terbaik pengelolaan sampah melalui gerakan biopori di setiap rumah, bahkan disertai kebijakan tegas penundaan bantuan sosial bagi warga yang tidak melaksanakan kewajiban tersebut.

Kelurahan Sukorame, Kecamatan Gresik, sebagai Kelurahan Proklim terbaik yang konsisten menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Pondok Pesantren Ihyaul Ulum, Kecamatan Dukun, diapresiasi atas keberhasilan mengelola sampah anorganik.

Pondok Pesantren Darut Taqwa Suci, mendapat tambahan unit motor atas komitmennya memperkuat sistem pengelolaan sampah di lingkungan pesantren.

Tak hanya itu, bantuan sembako juga diserahkan kepada pasukan kebersihan dan pertamanan sebagai bentuk perhatian dan penghargaan atas dedikasi mereka.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Yani juga melontarkan gagasan penerapan deposit refund system untuk botol minuman kemasan.

Skema ini memungkinkan masyarakat mendapatkan insentif pengembalian dana saat mengembalikan botol plastik, sebagai upaya konkret mengurangi sampah plastik.

Selain itu, kawasan industri di Gresik diminta memperkuat tanggung jawab lingkungan dengan membangun sistem pengelolaan sampah mandiri di wilayah masing-masing.

“Sampah bukan hanya urusan pemerintah. Ini tanggung jawab bersama, mulai dari rumah tangga, sekolah, pesantren, perkantoran hingga kawasan industri,” tegasnya.

Kirab Adipura kali ini menjadi pesan kuat bahwa kebersihan kota lahir dari kolaborasi, disiplin, dan penghormatan terhadap para pejuang lingkungan yang bekerja tanpa lelah setiap hari. (az)