Politik

Dari 5 ke 8 Kursi, Golkar Bojonegoro Percaya Diri Hadapi Pemilu

amunisinews001
7729
×

Dari 5 ke 8 Kursi, Golkar Bojonegoro Percaya Diri Hadapi Pemilu

Sebarkan artikel ini
IMG 20260318 WA0057

BOJONEGORO – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Bojonegoro mulai memanaskan mesin politik melalui rangkaian Safari Ramadhan yang dipadukan dengan Musyawarah Cabang (Muscab), Rabu (18/3/2026).

Kegiatan ini menjadi titik penting dalam memperkuat soliditas internal Golkar Bojonegoro sekaligus menyusun strategi menghadapi kontestasi politik ke depan.

Ketua DPD Partai Golkar Bojonegoro, Ahmad Supriyanto, menegaskan bahwa partainya tengah berada dalam tren positif.

Ia bahkan optimistis perolehan kursi legislatif akan meningkat signifikan.

Saat ini, Golkar memiliki 5 kursi di DPRD Bojonegoro. Namun, menurutnya, jika pemilu digelar dalam waktu dekat, peluang untuk meraih hingga 8 kursi sangat terbuka lebar.

“Ini bukan cuma optimisme, tetapi didasarkan pada hasil survei dan perkembangan di lapangan,” ujarnya.

Lebih jauh, Ahmad Supriyanto mengungkapkan bahwa target jangka panjang telah dipasang untuk Pemilu 2029.

Setelah struktur kepengurusan partai di semua tingkatan dituntaskan pada 2027, Golkar Bojonegoro membidik kemenangan besar.

“Bojonegoro ini basis Golkar. Target kami jelas, kursi pimpinan DPRD harus kembali kita raih,” tegasnya.

Dia juga menekankan pentingnya kekompakan seluruh kader, mulai dari tingkat kabupaten hingga desa.

Menurutnya, kemenangan hanya bisa dicapai jika seluruh elemen partai bergerak bersama.

“Semangat menang harus jadi semangat kolektif, bukan individu. Semua kader harus solid,” tambahnya.

Dalam proses konsolidasi, pelaksanaan Musyawarah Kecamatan (Muscam) di Bojonegoro hampir selesai.

Dari 28 kecamatan, sebanyak 25 kecamatan yang berada di Kabupaten Bojonegoro telah menuntaskan agenda tersebut.

Tiga kecamatan yang masih berproses yakni Gayam, Trucuk, dan Sekar.

Ahmad menyebut tingginya antusiasme kader menjadi energi positif, meski di sisi lain juga menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam memenuhi syarat dukungan minimal 30 persen dalam pemilihan kepengurusan.

“Banyak kader ingin maju sebagai ketua. Ini dinamika yang justru menunjukkan kekuatan partai,” jelasnya.

Menariknya, komposisi pengurus di tingkat kecamatan kini semakin beragam.

Mulai dari mantan kepala desa, eks birokrat, kader senior, hingga anggota Fraksi Golkar DPRD ikut terlibat.

Keberagaman ini diyakini mampu memperkuat basis dukungan di masyarakat.

Sementara itu, Anggota DPRD Jawa Timur, H. Eko Wahyudi, memberikan apresiasi atas kinerja pengurus DPD Golkar Bojonegoro yang dinilai progresif dalam membangun organisasi.

Dia menekankan pentingnya menjaga marwah partai dengan filosofi “mendem jero, mikul duwur”, yakni menyimpan kekurangan dan mengedepankan kebaikan.

“Kepemimpinan ini harus kita dukung bersama, agar mampu membawa Golkar semakin kuat dan dipercaya masyarakat,” ujarnya.

Eko juga menilai capaian Muscam yang hampir rampung sebagai langkah awal yang sangat positif dalam membangun partai yang solid dan terstruktur.

Menurut Eko Wahyudi, ada dua indikator utama keberhasilan partai politik.

Pertama, tingkat keterterimaan di masyarakat, baik sebagai kader, simpatisan, maupun publik luas.

“Golkar harus hadir dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.

Kedua, peningkatan jumlah kursi legislatif sebagai tolok ukur kekuatan politik.

Dirinya mendorong seluruh kader untuk bekerja secara kolektif dalam mendongkrak suara pada pemilu mendatang.

“Semakin banyak kursi, semakin besar peluang memperjuangkan aspirasi rakyat,” tandasnya.

Di akhir, Eko Wahyudi mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus yang telah terpilih, seraya berharap mereka mampu menjalankan roda organisasi secara maksimal dan membawa Golkar kembali berjaya di Bojonegoro. (Yin)