Infotaiment

Data Mengejutkan, Ribuan Anak Bojonegoro Putus Sekolah, Kepsek Diminta Siap Mundur

amunisinews001
7841
×

Data Mengejutkan, Ribuan Anak Bojonegoro Putus Sekolah, Kepsek Diminta Siap Mundur

Sebarkan artikel ini
IMG 20260408 WA0024

BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro bergerak cepat menuntaskan persoalan ribuan anak yang tidak bersekolah.

Langkah tegas pun diambil dengan menggandeng para calon kepala sekolah untuk memastikan tidak ada lagi anak Bojonegoro yang putus pendidikan.

Komitmen ini ditegaskan langsung oleh Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, saat memimpin apel Aparatur Sipil Negara (ASN), Rabu (8/4/2026).

Ia menekankan bahwa persoalan pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi juga keluarga dan lingkungan sekitar.

Saat ini, tercatat sebanyak 5.610 anak di Bojonegoro tidak bersekolah.

Angka tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah yang menargetkan penurunan signifikan dalam waktu dekat.

Sebagai langkah konkret, Pemkab Bojonegoro telah mengumpulkan seluruh calon kepala sekolah SD dan SMP yang akan segera dilantik secara definitif, dengan total mencapai 214 orang.

“Target ini harus tercapai. Kalau tidak siap dengan komitmen, lebih baik mundur sejak awal,” tegas Nurul Azizah.

Tak hanya himbauan, komitmen tersebut juga disertai konsekuensi tegas.

Para calon kepala sekolah diminta siap menerima sanksi, bahkan hingga mundur atau didemosi, apabila gagal memenuhi target yang telah ditetapkan.

Menurutnya, kepemimpinan di dunia pendidikan harus dilandasi tanggung jawab kuat, terutama dalam memastikan setiap anak mendapatkan haknya untuk belajar.

Di sisi lain, Wakil Bupati juga menyoroti pentingnya peran orang tua dalam membentuk karakter anak.

Dia menilai, tantangan sosial saat ini semakin kompleks, mulai dari pergaulan bebas hingga gaya hidup konsumtif yang dipicu penggunaan gawai berlebihan.

“Anak-anak tidak boleh dibiarkan tanpa kontrol. Orang tua harus aktif membimbing, mengajarkan hidup sederhana, dan memahami bahwa mencari uang itu tidak mudah,” ujarnya.

Dirinya juga mengingatkan bahwa fenomena gaya hidup berlebihan di kalangan remaja tidak lepas dari kurangnya pengawasan dalam keluarga.

Karena itu, pendidikan karakter harus dimulai dari rumah.
Nurul Azizah secara khusus mengajak para orang tua, terutama ibu, untuk lebih terlibat dalam mendidik anak agar memiliki nilai kemandirian, disiplin, dan tanggung jawab.

“Peran orang tua sangat besar dalam menentukan masa depan anak. Mereka harus dibentuk menjadi pribadi yang kuat dan bernilai,” tambahnya.

Menutup arahannya, Wabup Nurul mengingatkan bahwa kehidupan adalah proses panjang yang penuh tantangan.

Oleh karena itu, selain usaha, doa juga menjadi kunci penting dalam membangun generasi masa depan Bojonegoro yang lebih baik.

“Jangan pernah lelah berusaha dan berdoa. Karena hidup ini adalah perjuangan,” pungkasnya. (yin)