LAMONGAN – DPRD Kabupaten Lamongan menggelar Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun Anggaran 2025, Senin (30/03/2026).
Rapat yang berlangsung di ruang paripurna DPRD Lamongan ini dihadiri unsur Forkopimda dan para anggota dewan, menjadi momen penting untuk mengulas kinerja pemerintah daerah selama setahun terakhir.
Dalam forum tersebut, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi memaparkan berbagai capaian yang diklaim positif di tengah tekanan dinamika global dan nasional sepanjang 2025.
Ia menyebut roda pembangunan tetap berjalan sesuai jalur berkat sinergi lintas sektor.
“Pembangunan daerah tetap berjalan on the track dan mampu menghasilkan capaian positif,” ujar Bupati yang akrab disapa Pak Yes.
Dari sisi keuangan, realisasi APBD 2025 menunjukkan angka yang hampir sempurna. Pendapatan daerah tercapai hingga 99,36 persen, sementara belanja daerah menembus lebih dari Rp3,1 triliun.
Pertumbuhan ekonomi Lamongan juga tercatat mencapai 5,40 persen, melampaui rata-rata provinsi dan nasional.
Angka kemiskinan turun menjadi 12,03 persen, sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat ke angka 76,81.
Kinerja sektor riil pun cukup solid.
Pertanian tumbuh 4,81 persen, perdagangan 4,06 persen, dan industri pengolahan melesat hingga 9,25 persen.
Investasi yang masuk mencapai Rp2,55 triliun, memperkuat struktur ekonomi daerah.
SDM dan Sosial Jadi Andalan
Di bidang sosial, Pemkab Lamongan mengklaim peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Indeks kesalehan sosial berada di angka 89,88, sementara indeks toleransi mencapai 90,75 menunjukkan kondisi sosial yang relatif harmonis.
Program kesehatan dan pendidikan juga terus digencarkan.
Ratusan ribu warga telah merasakan layanan kesehatan gratis, sementara ribuan pelajar mendapatkan beasiswa dari jenjang dasar hingga perguruan tinggi.
Upaya ini turut menekan angka stunting hingga 4,06 persen.
Di sektor pangan, Lamongan bahkan mencatat diri sebagai salah satu lumbung padi terbesar di Jawa Timur dengan produksi lebih dari 1,3 juta ton.
Namun di balik sederet capaian tersebut, sejumlah persoalan krusial masih menjadi pekerjaan rumah serius.
Banjir yang melanda lima kecamatan menjadi sorotan, dengan 44 desa terdampak serta ribuan rumah dan lahan pertanian terendam.
Penanganan darurat memang telah dilakukan, namun persoalan banjir dinilai belum sepenuhnya teratasi secara menyeluruh.
Selain itu, kondisi infrastruktur jalan juga masih menjadi perhatian.
Melalui program Jalan Mantap dan Alus Lamongan (JAMULA), tingkat kemantapan jalan baru mencapai 60,21 persen angka yang menunjukkan masih banyak ruas jalan yang perlu diperbaiki.
Rapat paripurna ini menjadi bahan evaluasi bagi DPRD dan publik.
Di tengah capaian yang cukup membanggakan, masyarakat kini menaruh harapan besar agar pemerintah daerah mampu menuntaskan persoalan mendasar, terutama banjir dan infrastruktur.
Menutup paparannya, Bupati Yuhronur menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak untuk mendorong pembangunan yang lebih merata dan berkelanjutan.
“Sinergi dan kolaborasi adalah kunci dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Kini, tantangan sesungguhnya adalah memastikan capaian di atas kertas benar-benar dirasakan secara nyata oleh masyarakat Lamongan. (ded)






