Daerah

Dulu Licin dan Becek, Kini Jalan Dukuhkidul Ngasem Jadi Akses Vital Warga Bojonegoro

amunisinews001
8640
×

Dulu Licin dan Becek, Kini Jalan Dukuhkidul Ngasem Jadi Akses Vital Warga Bojonegoro

Sebarkan artikel ini
IMG 20260219 WA0026

BOJONEGORO – Pemerintah Desa Dukuhkidul, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, berhasil merealisasikan pembangunan jalan aspal sepanjang 533 meter melalui program Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) tahun anggaran 2025.

Proyek infrastruktur yang dikerjakan secara swakelola ini dinilai berjalan transparan, partisipatif, dan sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

Jalan dengan lebar 3 meter tersebut berada di RT 6, 7, 8, dan 9 Dusun Dukuhkidul.

Akses ini menjadi jalur utama masyarakat Desa Dukuhkidul, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, untuk menuju sekolah, pasar, desa tetangga hingga ke pusat kecamatan.

Hasil pemeriksaan dari Inspektorat Bojonegoro serta pihak kecamatan menunjukkan pekerjaan berjalan baik dan memenuhi standar teknis.

Kepala Desa Dukuhkidul, Sulibianto, menyampaikan apresiasi kepada Tim Pelaksana Kegiatan (Timlak) yang sejak awal melibatkan masyarakat dalam proses pembangunan.

Menurutnya, sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan, proyek BKKD dari Pemkab Bojonegoro dikelola secara swakelola dan terbuka.

“Kami sangat berterima kasih kepada Pemkab Bojonegoro atas program BKKD yang diberikan kepada desa kami,” ujar Sulibianto, Rabu (18/2/2026).

Jalan tersebut merupakan satu-satunya akses utama warga untuk beraktivitas sehari-hari.

Setiap hari, masyarakat melintasinya untuk bekerja, mengantar anak sekolah, hingga mengangkut hasil pertanian.

Sulibianto menegaskan, keberadaan jalan aspal ini sangat berpengaruh terhadap kelancaran aktivitas sosial dan ekonomi warga.

“Setiap hari warga keluar masuk lewat jalan ini. Dampaknya jelas, bukan hanya kenyamanan, tetapi juga peningkatan perekonomian masyarakat,” jelasnya.

Pembangunan ini juga menyerap tenaga kerja lokal, sehingga memberikan dampak ekonomi langsung selama proses pengerjaan.

Sebelumnya, kondisi jalan rusak, licin, dan becek saat musim hujan, sehingga menyulitkan mobilitas warga.
Kini, kondisi tersebut berubah drastis.

Aim, warga setempat, mengaku sangat terbantu dengan jalan yang sudah mulus.

“Sekarang bisa mengantar dan menjemput anak sekolah dengan mudah. Dulu jalannya rusak dan sangat licin, sekarang jauh lebih nyaman,” ungkapnya.

Hal serupa disampaikan Abdul Hamid, seorang petani. Ia menyebut akses yang baik mempermudah pengangkutan hasil panen ke rumah maupun langsung ke pasar.

“Kalau panen sekarang lebih mudah diangkut kendaraan. Tidak becek lagi saat hujan. Distribusi lancar dan harga hasil panen bisa lebih stabil,” ujarnya.

Secara strategis, jalan ini mendukung sektor pertanian, memperlancar distribusi hasil panen, mendorong aktivitas perdagangan, serta menunjang akses pendidikan dan kegiatan sosial lainnya.

Pemdes Dukuhkidul meyakini bahwa infrastruktur yang memadai menjadi fondasi penting dalam meningkatkan perekonomian desa dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Keberhasilan proyek ini sekaligus membuktikan bahwa pengelolaan anggaran yang transparan dan partisipatif mampu menghasilkan pembangunan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga.

Kades dan warga pun berharap pada tahun 2026 mendatang, Desa Dukuhkidul kembali mendapatkan program BKKD untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur yang masih dibutuhkan masyarakat. (yin)