Infotaiment

DWP Bojonegoro Didorong Aktif, Target Zero Stunting dan TBC Jadi Prioritas

amunisinews001
8734
×

DWP Bojonegoro Didorong Aktif, Target Zero Stunting dan TBC Jadi Prioritas

Sebarkan artikel ini
IMG 20260403 WA0030

BOJONEGORO – Peran Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Bojonegoro semakin diperkuat sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong keberhasilan berbagai program pembangunan.

Di era kepemimpinan Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah, kolaborasi lintas elemen menjadi fokus utama.

DWP Bojonegoro dinilai memiliki posisi penting, terutama dalam mendukung program berbasis keluarga dan masyarakat.

Pembina DWP Kabupaten Bojonegoro, Edi Susanto, menegaskan bahwa keterlibatan aktif seluruh komponen, termasuk para anggota DWP, sangat dibutuhkan untuk mewujudkan visi daerah yang lebih sejahtera.

“Sinergi dari semua pihak sangat diperlukan. Peran ibu-ibu melalui DWP sangat besar dalam mendukung terwujudnya Bojonegoro yang bahagia, makmur, dan membanggakan,” ujarnya dalam pertemuan rutin di ruang rapat DWP, Kamis (2/4/2026).

Tak hanya soal pembangunan sosial, Pemkab Bojonegoro juga mulai mendorong kebijakan efisiensi energi di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Salah satu langkah konkret adalah himbauan penggunaan transportasi non-bahan bakar minyak (BBM) setiap hari Senin.

Kebijakan ini bukan hanya penghematan energi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun gaya hidup sehat di kalangan ASN.

“Dengan bersepeda, ASN bisa sekaligus berolahraga sebelum memulai aktivitas kerja,” tambah Edi.

Selain itu, ASN juga diminta lebih adaptif dalam menyikapi kondisi ekonomi yang terus berubah, termasuk melakukan penyesuaian pola belanja dan pengelolaan anggaran di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Dalam kesempatan tersebut, turut disampaikan sejumlah program prioritas Pemkab Bojonegoro tahun 2026, di antaranya target ambisius Zero Stunting dan Zero TBC.

Edi menekankan bahwa peran perempuan, khususnya para ibu, sangat vital dalam mendukung keberhasilan program tersebut.

Mulai dari pencegahan, deteksi dini, hingga pelaporan kasus di lingkungan sekitar.

“Ibu-ibu memiliki peran strategis dalam menekan angka stunting dan membantu pelacakan kasus TBC. Keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci keberhasilan target ini,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DWP Kabupaten Bojonegoro, Emi Edi Susanto, menyampaikan kesiapan organisasinya untuk bergerak nyata melalui berbagai program unggulan.

Salah satu yang menjadi fokus adalah program DWP Cerdas, yang menitikberatkan pada edukasi remaja usia 12 hingga 15 tahun sebagai langkah pencegahan stunting sejak dini.

“Kami ingin membangun kesadaran sejak remaja, tidak hanya soal gizi, tetapi juga pola hidup sehat dan seimbang,” ungkap Emi.

Selain edukasi, DWP juga akan mengintensifkan program turun ke bawah (turba) guna memantau langsung kondisi masyarakat sekaligus memastikan program berjalan tepat sasaran.

Melalui langkah-langkah tersebut, DWP Bojonegoro diharapkan semakin solid dalam menjalankan perannya sebagai penggerak di tingkat keluarga dan masyarakat.

Pertemuan rutin ini pun menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara DWP dan pemerintah daerah, demi mendorong peningkatan kualitas kesehatan serta kesejahteraan masyarakat Bojonegoro. (yin)