JAKARTA – Federasi Serikat Pekerja Farmasi dan Kesehatan (FSP FARKES) yang bernaung di bawah Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) kembali menegaskan konsistensinya dalam perjuangan politik kelas pekerja.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui keterlibatan aktif dalam seluruh rangkaian Kongres V Partai Buruh yang digelar sepanjang Januari 2026 di Jakarta.
Rangkaian kongres dimulai pada Minggu 18 Januari 2026 dengan Kongres Perempuan Indonesia Partai Buruh Suara Marsinah yang dirangkai dengan Seminar Internasional.
Selanjutnya, pembukaan resmi Kongres V Partai Buruh digelar pada Senin 19 Januari 2026 di Mahaka Square Sportmall, Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Agenda inti kongres sendiri dijadwalkan berlangsung pada 22–24 Januari 2026 di Golden Boutique Hotel, Jakarta Pusat.
Dalam Kongres Perempuan Indonesia Partai Buruh Suara Marsinah yang mengangkat tema “Membangun Gerakan Perempuan Kelas Pekerja untuk Peradaban Bangsa”, FARKES KSPI menunjukkan peran aktif sejak awal kegiatan.
Theresia Tri Susanti, perwakilan inisiator Partai Buruh dari unsur FARKES, hadir sebagai pengurus nasional Suara Marsinah, sayap perempuan Partai Buruh.
Kehadiran tersebut menjadi penegasan bahwa perempuan kelas pekerja memiliki peran strategis dalam perjuangan sosial, ekonomi, dan politik.
FARKES KSPI memandang penguatan peran perempuan sebagai fondasi penting dalam membangun gerakan buruh yang berkeadilan, berkelanjutan, dan bermartabat.
Agenda kemudian dilanjutkan dengan Seminar Internasional yang menghadirkan pemikir dan aktivis dari dalam serta luar negeri.
Seminar ini membahas isu-isu strategis, mulai dari sejarah pergerakan Akbayan di Filipina, strategi pemenangan pemilu berbasis gerakan rakyat, peran Progressive Alliance, hingga hasil riset terkait relasi buruh dan politik di Indonesia serta dinamika gerakan rakyat global.
Melalui forum-forum tersebut, FARKES KSPI menegaskan kembali posisinya sebagai inisiator Partai Buruh yang konsisten mendorong peningkatan kesadaran politik kelas pekerja, memperluas solidaritas internasional, dan menguatkan kepemimpinan perempuan buruh di berbagai sektor.
Pada momentum pembukaan Kongres V Partai Buruh, Siswo Darsono, Sekretaris Jenderal FSP FARKES R–KSPI, turut hadir dalam Deklarasi Perjuangan HOSTUM (Hapus Outsourcing, Tolak Upah Murah).
Deklarasi tersebut menjadi simbol perlawanan terhadap sistem kerja eksploitatif, praktik outsourcing yang merugikan buruh, serta tuntutan atas upah layak dan perlindungan kerja yang manusiawi.
FSP FARKES R–KSPI menegaskan bahwa perjuangan serikat pekerja tidak boleh berhenti di ruang produksi semata.
Perjuangan tersebut harus diperluas ke ranah politik sebagai instrumen strategis untuk melahirkan kebijakan dan regulasi ketenagakerjaan yang adil, demokratis, dan berpihak kepada buruh.
Ke depan, FARKES KSPI berkomitmen terus berdiri bersama Partai Buruh, mengonsolidasikan kekuatan pekerja sektor farmasi dan kesehatan, serta memperkuat persatuan gerakan buruh nasional demi terwujudnya keadilan sosial dan kesejahteraan bagi seluruh pekerja Indonesia. (dpw)






