LAMONGAN – Pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan komitmen kuat dalam mempercepat penanganan banjir yang merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Lamongan selama hampir tiga bulan terakhir.
Langkah konkret langsung dilakukan. BNPB menambah unit pompa air berkapasitas besar untuk mempercepat penyusutan genangan yang masih menghambat aktivitas warga dan merendam lahan pertanian produktif di Lamongan.
Kunjungan kerja Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Budi Irawan, turut didampingi Komandan Kodim 0812/Lamongan, Letkol Arm Deni Suryo Anggo Digdo, bersama jajaran Forkopimda Lamongan, Jumat (20/2/2026).
Agenda diawali dengan paparan kondisi terkini oleh Bupati Lamongan di Guest House Pemkab Lamongan.
Dalam forum tersebut, dibahas strategi lintas sektoral agar penanganan darurat berjalan lebih cepat, terarah, dan berdampak langsung bagi masyarakat Lamongan.
Fokus utama adalah optimalisasi infrastruktur pengendali banjir, khususnya pompa air, agar debit air segera dialirkan ke sungai dan genangan cepat surut.
Usai rapat koordinasi, rombongan bergerak ke Dusun Mluke, Desa Sidomulyo, Kecamatan Deket. Di lokasi tersebut, bantuan paket sembako diserahkan secara simbolis kepada warga terdampak sebagai bentuk kepedulian nyata pemerintah dan TNI.
Peninjauan dilanjutkan ke pintu air sekaligus rumah pompa Kuro di Desa Jatirenggo, Kecamatan Glagah.
Di titik ini, perhatian tertuju pada kinerja mesin pompa air yang menjadi andalan dalam membuang debit air ke aliran sungai.
Dandim 0812/Lamongan menegaskan pihaknya terus menyiagakan personel di sejumlah titik rawan banjir.
“Kami bersama Pemkab dan BPBD terus bersinergi. Prioritas utama adalah keselamatan warga serta percepatan penanganan infrastruktur, khususnya optimalisasi pompa air agar aktivitas ekonomi masyarakat dapat segera kembali normal,” tegasnya.
Deputi BNPB memberikan apresiasi atas respons cepat dan koordinasi solid Forkopimda Lamongan dalam menghadapi situasi darurat ini.
Ia menekankan pentingnya manajemen darurat terpadu antara pemerintah pusat dan daerah agar penanganan tidak hanya cepat, tetapi juga berkelanjutan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Lamongan, Kepala Pelaksana BPBD, serta kepala dinas terkait seperti PU SDA, Bina Marga, Ketahanan Pangan, Sosial, dan Perikanan.
Jajaran Muspika Kecamatan Deket dan Glagah juga terlibat aktif dalam pengamanan serta koordinasi lapangan.
Dengan tambahan pompa berkapasitas besar dan sinergi lintas sektor yang semakin solid, harapan warga Lamongan untuk segera terbebas dari genangan kini kian terbuka.
Pemerintah pusat dan daerah memastikan, penanganan banjir tidak hanya bersifat sementara, tetapi menjadi langkah serius menuju pemulihan menyeluruh. (ded)






