Daerah

Gebrakan Baru Mas Dhito: Tahun 2026, Kawasan Industri Peternakan Kediri Mulai Dikaji

amunisinews001
8742
×

Gebrakan Baru Mas Dhito: Tahun 2026, Kawasan Industri Peternakan Kediri Mulai Dikaji

Sebarkan artikel ini
IMG 20260308 WA0001

KEDIRI – Kabupaten Kediri kembali mengukuhkan diri sebagai “raja” ayam petelur di Jawa Timur.

Namun, di balik produksi yang melimpah, para peternak lokal Kediri masih dihantui masalah klasik, yakni lahan kandang yang tidak sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Merespon jeritan hati para peternak, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana yang akrab disapa Mas Dhito langsung tancap gas.

Dalam pertemuan dengan Koperasi Produsen Peternak Unggas Kediri (KPPUK) pada Jumat (6/3/2026), ia menggagas ide besar yakni pembangunan Kawasan Budidaya Terintegrasi.

Mas Dhito menegaskan bahwa rencana ini tidak hanya menyasar sektor peternakan layer (ayam petelur), tapi juga akan merangkul sektor perikanan air tawar hingga pertanian dalam satu zona khusus.

“Kemarin ada usulan kajian kawasan industri peternakan. Saya pikir, mengapa tidak sekalian dibuat menjadi kawasan budidaya. Jadi jangkauannya lebih luas,” ujar Mas Dhito.

Saat ini, lokasi peternakan di Kediri masih tersebar dan tidak tersentralisasi.

Mas Dhito menargetkan kajian mendalam terkait kawasan ini akan tuntas pada tahun 2026 agar para peternak Kediri memiliki kepastian hukum dan lokasi usaha yang ideal.

Potensi ekonomi sektor ini di Kediri memang tidak main-main.

Berdasarkan data per 6 Maret 2026, populasi ayam petelur di Kediri menembus 7,5 juta ekor. Produksi telur mencapai 5,9 juta kg per bulan.

Kebutuhan lokal hanya 891 ribu kg, artinya Kediri menyuplai telur dalam jumlah masif ke daerah lain.

Anggota KPPUK saja mampu menyerap hingga 1.200 tenaga kerja lokal.

Ketua KPPUK, Eko Sanjoyo, menyambut hangat inisiatif ini. Menurutnya, dukungan dari Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) selama ini menjadi napas baru bagi 2.800 pengusaha mikro dan 60 peternak besar di Kediri.

“Kami siap bersinergi untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kediri yang lebih luas lewat kawasan budidaya ini,” tegas Eko. (fn)