Infotaiment

Generasi Muda Butuh Edukasi Seksual yang Benar

amunisinews001
8749
×

Generasi Muda Butuh Edukasi Seksual yang Benar

Sebarkan artikel ini
IMG 20260214 WA0039

BOJONEGORO – Di tengah derasnya arus informasi digital yang tak terbendung, edukasi seksual komprehensif dinilai menjadi benteng penting untuk melindungi generasi muda dari berbagai risiko sosial dan kesehatan.

Hal itu mengemuka dalam talkshow yang digelar Jumat (13/02/2026), dipandu penyiar Lia Yunita.

Diskusi menghadirkan dua narasumber kompeten, yakni dr Lucky Imroah, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan, serta Hayyin Mubarok, Psikolog dari RS Aisyiyah Bojonegoro.

Dalam dialog tersebut ditegaskan bahwa edukasi seksual bukanlah ajaran negatif, melainkan bentuk perlindungan diri berbasis ilmu pengetahuan.

dr Lucky Imroah menjelaskan, pemahaman yang benar akan membantu remaja mengenali perubahan fisik dan emosional secara sehat, memahami batasan diri, serta menghindari perilaku berisiko.

“Edukasi seksual itu tentang kesehatan, perlindungan diri, dan tanggung jawab terhadap tubuh sendiri. Dengan informasi yang tepat, anak dan remaja bisa mengambil keputusan yang lebih aman,” tegasnya.

Ia menambahkan, pendidikan seksual harus diberikan secara bertahap sesuai usia.

Dimulai dari pengenalan anggota tubuh dan cara menjaga kebersihan diri, hingga pemahaman tentang relasi yang sehat dan saling menghormati.

Tak hanya itu, edukasi yang tepat juga berperan besar dalam mencegah pernikahan dini, kekerasan seksual, serta penyebaran penyakit menular seksual.

Menurut dr Lucky, sekolah dan tenaga kesehatan memiliki tanggung jawab besar untuk menghadirkan informasi ilmiah yang benar dan tidak menyesatkan.

Di era media sosial, anak-anak sangat mudah terpapar konten tanpa filter.

Karena itu, kehadiran sumber informasi yang kredibel menjadi kebutuhan mendesak agar generasi muda tidak mencari jawaban dari sumber yang keliru.

Sementara itu, Hayyin Mubarok menekankan bahwa keluarga adalah fondasi utama pendidikan karakter.

Orang tua harus berani membangun komunikasi terbuka dengan anak.

Anak yang merasa didengar dan dihargai, lanjutnya, akan lebih percaya diri untuk bertanya dan menyampaikan persoalan yang dihadapi.

“Ketika dialog di rumah berjalan sehat, anak tidak perlu mencari jawaban di tempat lain yang belum tentu benar. Orang tua bisa menjadi sumber utama pendidikan nilai, termasuk tanggung jawab dan kemampuan mengatakan ‘tidak’ pada hal yang berisiko,” jelasnya.

Talkshow tersebut menjadi pengingat bahwa masa remaja adalah fase penting pembentukan karakter dan masa depan.

“Jika masa remaja diisi dengan hal-hal positif, masa depan akan cerah. Namun jika diisi dengan kegelapan, maka kita sedang menanam benih masalah untuk masa depan,” pungkasnya.

Melalui edukasi seksual komprehensif yang tepat dan terbuka, masyarakat diharapkan semakin bijak dalam membimbing generasi muda menghadapi tantangan zaman. (yin)