Daerah

Gerakan Pangan Murah Diserbu, Bukti Nyata Kepedulian Pemkab Bojonegoro

amunisinews001
8736
×

Gerakan Pangan Murah Diserbu, Bukti Nyata Kepedulian Pemkab Bojonegoro

Sebarkan artikel ini
IMG 20260221 WA0014

BOJONEGORO – Refleksi satu tahun kepemimpinan Bupati Bojonegoro Setyo Wahono bersama Wakil Bupati Nurul Azizah menjadi momentum istimewa bagi masyarakat.

Kegiatan yang dipusatkan di Pendopo Malowopati dan kawasan Jalan Mas Tumapel pada Jumat (20/02/2026) itu tidak hanya menjadi ajang refleksi kinerja pemerintahan, tetapi juga menghadirkan manfaat langsung bagi warga melalui Bazar UMKM dan Gerakan Pangan Murah (GPM) Bojonegoro.

Meski langit Bojonegoro diselimuti awan kelabu dan rintik hujan turun sejak pagi, semangat warga tak surut. Payung-payung berjejer, antrean tetap tertib.

Masyarakat berbondong-bondong memadati lokasi untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus berburu produk unggulan UMKM lokal Bojonegoro.

Gerakan Pangan Murah (GPM) Bojonegoro menjadi magnet utama. Program ini dinilai sangat relevan, terutama menjelang dan selama bulan Ramadan ketika harga sejumlah bahan pokok cenderung naik.

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono yang hadir langsung meninjau lokasi kegiatan menegaskan bahwa agenda ini merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap kondisi ekonomi masyarakat.

“Ramadan mengajarkan kita tentang kesabaran, kepedulian, dan semangat berbagi. Melalui bazar UMKM dan Gerakan Pangan Murah ini, kami ingin memastikan roda ekonomi lokal terus bergerak sekaligus membantu masyarakat menjaga daya beli,” tegasnya.

Menurutnya, pemberdayaan UMKM menjadi salah satu fokus utama selama setahun kepemimpinannya. Pemkab ingin pelaku usaha kecil di Bojonegoro mampu berkembang dan bersaing di pasar yang lebih luas.

Di tengah gerimis, Suzayanah tetap sabar mengantre demi mendapatkan paket sembako dengan harga miring.

Ia mengaku program ini sangat membantu, terutama saat kebutuhan rumah tangga meningkat di bulan puasa.

Hal serupa disampaikan Hidayah, warga Bojonegoro lainnya. Ia bersyukur pemerintah hadir dengan solusi konkret di tengah lonjakan harga bahan pokok.

“Alhamdulillah, sangat membantu untuk kebutuhan dapur sehari-hari. Apalagi saat Ramadan harga sering naik. Semoga kegiatan seperti ini terus ada dan bisa dinikmati semua warga,” ujarnya penuh harap.

Momentum refleksi satu tahun kepemimpinan ini tidak hanya menjadi ajang evaluasi, tetapi juga bukti bahwa program pemerintah bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

Sinergi antara penguatan UMKM dan stabilisasi harga melalui GPM menjadi langkah strategis Pemkab Bojonegoro dalam menjaga keseimbangan ekonomi daerah, khususnya di momen penting seperti Ramadan. (yin)