JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa persatuan antara ulama dan umaro merupakan kunci utama dalam menjaga keutuhan bangsa, menciptakan perdamaian, sekaligus mendorong kemajuan dan kemakmuran Indonesia.
Penegasan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri acara “Bersatu dalam Munajat untuk Keselamatan Bangsa” sekaligus pengukuhan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (7/2).
Dalam sambutannya, Prabowo menyebut momen tersebut sebagai simbol penting bersatunya kekuatan moral dan kepemimpinan negara.
“Acara hari ini adalah lambang persatuan ulama dan umaro. Jika keduanya bersatu, insyaallah bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang besar dan makmur. Sepanjang sejarah peradaban manusia, bangsa yang berhasil selalu bertumpu pada perdamaian. Dan perdamaian hanya bisa terwujud jika ulama dan umaro berjalan bersama,” ujar Prabowo.
Presiden juga memberikan apresiasi tinggi kepada Majelis Ulama Indonesia atas peran strategisnya dalam menjaga stabilitas nasional dan keharmonisan kehidupan berbangsa.
“Majelis Ulama Indonesia selama ini mengambil peran yang sangat besar dan menentukan. MUI menjadi pilar stabilitas, pilar ketenangan, pilar kesejukan, sekaligus pilar toleransi antarumat dan antaragama. Ketika negara menghadapi masa sulit, MUI tidak pernah absen,” tuturnya.
Lebih lanjut, Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus memperkuat persatuan dan menjaga kekayaan nasional sebagai modal utama menuju Indonesia yang berdaulat dan sejahtera.
“Saya kembali mengajak dan memohon, marilah kita bersatu. Kita jaga republik ini bersama-sama. Kita jaga seluruh kekayaan bangsa Indonesia,” tegasnya.
Menurut Prabowo, persatuan ulama dan umaro tidak hanya menjadi simbol kebersamaan, tetapi juga fondasi utama dalam membangun kekuatan moral bangsa, memperkokoh persatuan nasional, serta menghadapi berbagai tantangan global dan domestik.
“Jika ulama dan umaro bersatu, kita akan menyaksikan kebangkitan bangsa Indonesia,” pungkas Presiden. (dpw)






