BOJONEGORO – Semangat berbagi di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah kembali terasa hangat di Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro.
Paguyuban Wong Bojonegoro (PWB) menggelar aksi sosial pembagian 500 paket takjil di pertigaan Dam Mariyam, Jalan Raya Tanjungharjo, Minggu (1/3/2026) sore.
Kegiatan ini bukan sekedar berbagi makanan berbuka puasa.
PWB juga merangkainya dengan tahlil rutin dan buka puasa bersama, menjadikan momen tersebut penuh makna kebersamaan.
Sejak pukul 16.30 WIB, anggota PWB sudah bersiaga di tepi jalan.
Dengan mengenakan atribut paguyuban, mereka membagikan takjil secara bergantian kepada para pengendara motor, pesepeda pancal, hingga pengemudi mobil yang masih berada dalam perjalanan menjelang waktu berbuka.
Sebanyak 500 paket takjil habis dibagikan dalam waktu relatif singkat.
Senyum dan ucapan terima kasih dari para penerima menjadi bukti nyata bahwa aksi kecil tersebut memberi dampak besar, terutama bagi mereka yang belum sempat menyiapkan hidangan berbuka.
Meski berlangsung di jalur ramai, pembagian takjil berjalan tertib.
Koordinasi internal yang matang membuat arus lalu lintas tetap lancar tanpa menimbulkan kemacetan.
Ketua PWB, Irul Bejo, hadir langsung memantau jalannya kegiatan.
Kehadirannya menjadi suntikan semangat bagi para anggota yang terlibat.
Menurut Irul Bejo, Ramadan adalah momentum terbaik untuk memperkuat kepedulian sosial.
“Ramadan mengajarkan kita untuk lebih peduli dan berbagi. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan serta semakin mempererat hubungan PWB dengan masyarakat Bojonegoro,” ujarnya.
Ia menegaskan, aksi berbagi takjil bukan hanya agenda tahunan, melainkan bagian dari komitmen PWB untuk terus hadir di tengah masyarakat.
Usai pembagian takjil, kegiatan dilanjutkan dengan tahlil rutin. Doa bersama dipanjatkan khusus untuk anggota PWB yang telah berpulang.
Suasana berubah khidmat. Para anggota larut dalam doa, memohon agar amal ibadah rekan-rekan mereka diterima dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan buka puasa bersama.
Suasana hangat dan penuh canda memperlihatkan eratnya solidaritas antar anggota.
Bagi PWB, Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga memperkuat silaturahmi, menumbuhkan empati, serta menjaga budaya gotong royong di tengah masyarakat Bojonegoro.
Melalui aksi ini, PWB kembali menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kegiatan sosial yang bermanfaat, tak hanya di bulan Ramadan, tetapi juga pada berbagai momentum lainnya.
Semangat berbagi itu sederhana, namun dampaknya terasa luas. Sore itu di Dam Mariyam, 500 paket takjil menjadi saksi hangatnya kebersamaan warga Bojonegoro. (yin)






