Infotaiment

Kabar Baik, Poli Onkologi Hadir di Bojonegoro, Akses Lebih Cepat

amunisinews001
8737
×

Kabar Baik, Poli Onkologi Hadir di Bojonegoro, Akses Lebih Cepat

Sebarkan artikel ini
IMG 20260410 WA0028

BOJONEGORO — Kabar menggembirakan bagi masyarakat Bojonegoro. Kini, pasien kanker tidak lagi harus jauh-jauh dirujuk ke Surabaya. RSUD Sosodoro Djatikoesoemo telah menghadirkan layanan khusus melalui poli onkologi untuk mempercepat penanganan dan memperluas akses layanan kesehatan.

Topik penting ini dibahas dalam talkshow SAPA! (Selamat Pagi) Bojonegoro yang disiarkan Radio Malowopati FM, Jumat (10/04/2026), dengan tema “Cancer Tak Mengenal Ras, Keadilan Akses Harus Dirasakan Semua”.

Acara ini menghadirkan dr. Caesar, A.T., Sp.PD dan dr. Rahmat Trisnanto, serta dipandu host Lia Yunita.

Tak Perlu Lagi Rujukan Jauh
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, dr. Rahmat Trisnanto, menyebut kehadiran poli onkologi ini sebagai langkah besar dalam peningkatan layanan kesehatan di daerah.

Sejak Desember lalu, RSUD Sosodoro Djatikoesoemo mulai melayani pasien kanker secara langsung.

Sebelumnya, pasien harus dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

“Sekarang masyarakat sudah bisa melakukan pemeriksaan dan penanganan awal kanker di Bojonegoro. Poli onkologi berada di gedung rawat jalan lantai dua dan ditangani tenaga medis spesialis,” jelasnya.

Menariknya, layanan ini tidak hanya diperuntukkan bagi pasien yang sudah terdiagnosis kanker, tetapi juga terbuka bagi masyarakat yang ingin memeriksakan benjolan atau gejala mencurigakan sejak dini.

Dalam kesempatan yang sama, dr. Caesar menekankan bahwa kanker dapat menyerang siapa saja tanpa memandang usia maupun latar belakang.

Menurutnya, deteksi dini menjadi faktor penentu dalam meningkatkan peluang kesembuhan pasien.

“Semakin cepat diketahui, peluang sembuh akan jauh lebih besar, tergantung jenis dan stadium kanker,” ujarnya.

Ia juga meluruskan pemahaman masyarakat terkait tumor dan kanker.

Tidak semua benjolan adalah kanker. Dalam dunia medis, tumor terbagi menjadi jinak dan ganas, dan hanya tumor ganas yang dikategorikan sebagai kanker.

“Karena itu, jangan abaikan benjolan sekecil apa pun. Segera periksakan ke fasilitas kesehatan,” tegasnya.

Terkait pengobatan, dr. Caesar menjelaskan bahwa terapi kanker sangat bergantung pada kondisi pasien.

Penanganan bisa berupa operasi, kemoterapi, atau radioterapi dengan urutan yang berbeda-beda.

Ada pasien yang harus menjalani operasi terlebih dahulu, kemudian kemoterapi dan radioterapi.

Namun ada pula yang memulai dari kemoterapi, bahkan beberapa kasus cukup dengan satu metode terapi saja.

“Kemoterapi dilakukan dengan pemberian obat, bisa melalui infus maupun metode lain, dengan durasi yang menyesuaikan kondisi pasien,” jelasnya.

Selain pengobatan medis, pencegahan juga menjadi perhatian utama.

Kedua narasumber sepakat bahwa pola hidup sehat berperan besar dalam menekan risiko kanker.

Mulai dari konsumsi makanan bergizi (real food), mengurangi makanan instan, rutin berolahraga, cukup istirahat, hingga kemampuan mengelola stres menjadi kunci penting yang tidak boleh diabaikan.

Dengan hadirnya poli onkologi ini, diharapkan masyarakat Bojonegoro semakin mudah mengakses layanan kesehatan, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini kanker. (yin)