TNI/POLRI

Kabar Duka, Ketua Cabang Margaluyu 151 Bojonegoro Tutup Usia

amunisinews001
8730
×

Kabar Duka, Ketua Cabang Margaluyu 151 Bojonegoro Tutup Usia

Sebarkan artikel ini
IMG 20260217 WA0047

BOJONEGORO – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Margaluyu 151. Ketua Cabang Margaluyu 151 Jogjakarta Bojonegoro, Supangat, meninggal dunia pada Selasa dini hari (17/2/2026) sekitar pukul 00.30 WIB di Puskesmas Temayang.

Kepergian sosok kharismatik ini mengejutkan seluruh anggota Margaluyu 151, tak hanya di Bojonegoro, namun juga di berbagai daerah di Indonesia.

Mbah Pangat dikenal sebagai figur sentral dan perintis berkembangnya Margaluyu 151 di Kota Ledre.

Semasa hidupnya, almarhum bukan hanya menjabat sebagai Ketua Cabang Bojonegoro, tetapi juga dipercaya sebagai Ketua Umum 1 Dewan Pimpinan Cabang ( DPP ) Margaluyu 151 Jogjakarta.

Dedikasi dan loyalitasnya terhadap organisasi menjadikan namanya begitu dihormati di kalangan anggota.

Tak hanya aktif di organisasi, Mbah Pangat juga merupakan purnawirawan TNI.

Jabatan terakhirnya adalah Babinsa Koramil 0813-24 Temayang dengan pangkat terakhir Sersan Satu (Sertu).

Jiwa pengabdian dan semangat bela negaranya tetap melekat meski telah memasuki masa purna tugas.

Selain di Margaluyu 151, almarhum juga tercatat aktif sebagai pengurus HIPAKAD (Himpunan Putra Putri Angkatan Darat) serta Forum Bela Negara (FBN).

Kontribusinya dalam berbagai organisasi menunjukkan komitmennya terhadap persatuan, nasionalisme, dan pembinaan generasi.

Jenazah disemayamkan di rumah duka di Desa Buntalan, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro.

Prosesi pemakaman dilaksanakan di makam desa setempat dengan upacara militer sebagai bentuk penghormatan terakhir atas jasa dan pengabdian almarhum kepada bangsa dan negara.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Danramil Temayang Kapten Cku. Parjan memimpin langsung jalannya prosesi.

Wakil Ketua Cabang Margaluyu 151 Bojonegoro, M. Yusuf, mengaku sangat terpukul atas kepergian sang ketua.

“Saya sangat shock dan kaget semalam mendapat kabar kalau Mbah Pangat meninggal. Tapi bagaimanapun itu sudah takdir,” ungkap Yusuf dengan nada haru.

Meski diliputi duka, Yusuf menegaskan bahwa semangat organisasi tidak boleh padam.

“Kita sebagai pengurus cabang tetap semangat walaupun ketua kita meninggal. Jangan sampai duka ini berlarut-larut dan berdampak kurang baik bagi organisasi. Kita harus tetap semangat, bahkan lebih semangat lagi,” tegasnya.

Ia pun menutup pernyataannya dengan kalimat penuh makna.
“Manusia boleh mati, tapi Margaluyu 151 harus tetap hidup sampai kapan pun selama bumi ini masih dihuni manusia,” pungkasnya.

Kepergian Mbah Pangat menjadi kehilangan besar bagi keluarga, sahabat, serta seluruh anggota Margaluyu 151.

Namun semangat, pengabdian, dan nilai perjuangannya diyakini akan terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus. (yin)