LAMONGAN — Ketika suara hujan deras Februari lalu meninggalkan jejak berupa kerusakan parah pada jembatan penghubung antara Ngimbang dan Bluluk, bahaya mengintai setiap kendaraan yang melintas.
Lubang besar dan turap penahan tanah yang ambles menciptakan tantangan berat di jalur utama yang menghubungkan desa-desa di Kecamatan Ngimbang. Namun, kisah ini tidak berakhir dengan keprihatinan, melainkan dengan aksi cepat dan kepedulian nyata, Minggu (8/6/2025)
IPTU I Wayan Sumantra, S.H., Kapolsek Ngimbang, bersama jajaran dan Dinas PU Bina Marga Kabupaten Lamongan, bergerak tanpa menunda waktu.
Hanya beberapa hari setelah laporan warga mengalir lewat media sosial, mereka turun langsung ke lokasi, membawa harapan bagi masyarakat yang setiap hari melewati jembatan tersebut.
Langkah awal mereka adalah menguruk lubang-lubang dalam di badan jalan, menguatkan turap yang amblas, serta memasang tanda pengaman yang mengingatkan para pengendara agar tetap waspada.
Di tengah sinar mentari Kamis siang, semangat gotong royong dan tanggung jawab terpancar nyata dari setiap tindakan mereka. Polisi menjaga arus lalu lintas dengan penuh perhatian, memastikan keselamatan pengendara tetap terjaga.
“Kami hadir bukan hanya untuk menegakkan hukum, tetapi juga untuk melindungi dan melayani masyarakat dengan sepenuh hati. Keselamatan warga adalah prioritas utama kami,” ujar IPTU I Wayan Sumantra dengan penuh keyakinan.
Langkah cepat ini bukan sekadar penanganan sementara. Dinas PU Bina Marga telah menjadwalkan perbaikan menyeluruh pada hari sabtu, (7/6/2025), untuk memastikan jembatan kembali kokoh dan aman dilewati.
Kisah ini mengingatkan kita bahwa kekuatan sebuah komunitas terletak pada kerja sama dan kepedulian antarwarga serta aparat yang sigap menjawab kebutuhan masyarakat.
Di balik jembatan yang diperbaiki, terjalin harapan baru akan perjalanan yang aman, nyaman, dan penuh ketenangan bagi setiap pengendara. (Ded)






