TNI/POLRI

Lamongan: Tiga Pilar Bersatu, Petani Tersenyum Lebar

orbitnasional333
1924
×

Lamongan: Tiga Pilar Bersatu, Petani Tersenyum Lebar

Sebarkan artikel ini
Img 20250312 Wa0029

LAMONGAN – Di jantung Lamongan, sebuah gebrakan besar tengah dipersiapkan untuk meningkatkan kesejahteraan para petani. Kodim 0812 Lamongan, bersama Forkopimda Kabupaten Lamongan, menggelar rapat koordinasi (rakor) strategis untuk mengoptimalkan penyerapan gabah hasil panen petani.

Langkah ini melibatkan 24 mitra yang bekerja sama dengan Perum Bulog, dan diharapkan menjadi angin segar bagi para petani di wilayah tersebut.

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, mengungkapkan optimisme tinggi setelah rakor Satgas Swasembada Pangan Sinergi dan Kolaborasi untuk Negeri (Sego Boran).

Fokus utama adalah mempercepat penyerapan gabah dan beras petani (sergap) serta meningkatkan Luas Tambah Tanam (LTT) demi mencapai target swasembada pangan 2025.

“Kita sudah punya 24 mitra, tapi baru 6 yang aktif.

Ini harus kita genjot!,” tegasnya. Para mitra ini memegang peranan penting dalam menyerap beras dengan harga Rp12.000 per kilogram dan gabah Rp6.500 per kilogram, sesuai ketetapan pemerintah.

Data menunjukkan bahwa sejak awal Februari, mitra telah menyetor 793 ton beras dan 2.166 ton gabah kering panen (GKP) ke Bulog. Namun, potensi masih sangat besar, terutama menjelang panen raya yang diperkirakan akan tiba pada akhir Maret hingga April.

“Kami yakin, dengan sinergi yang kuat, serapan gabah dan beras bisa lebih optimal. Ini demi kesejahteraan petani Lamongan,” ujar Komandan Kodim 0812 Lamongan, Letkol Arm Ketut Wira Purbawan S.I.P.,M.Han.

Sementara itu, program Luas Tambah Tanam (LTT) juga menunjukkan progres positif. Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan, Edy Yunan Achmadi, memastikan bahwa program ini berjalan sesuai rencana.

“Dengan total luas lahan sawah 96.095,9 hektar, kami berupaya memanfaatkan lahan bera, rawa, dan lahan tidur untuk meningkatkan produksi,” jelasnya.

Target ambisius 192.373 hektar pun dikejar dengan semangat tinggi. Harapan besar kini tertumpu pada pemanfaatan lahan tidur.

Lahan-lahan yang sebelumnya terbengkalai diharapkan bisa diubah menjadi lahan produktif, memberikan penghidupan baru bagi para petani.

Dengan kolaborasi kuat antara pemerintah, TNI, dan para mitra, Lamongan siap menjadi contoh sukses swasembada pangan. (Ded)